Lolos di Kualanamu, Cengkareng, dan Makassar, Tertangkap di Mutiara Sis Aljufri

Direktur Ditserse Narkoba Kombes Pol Dodi Rahmawan (kiri) bersama Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari kurir berinisial HI di Mapolda Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (12/2/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Seorang pria berinisial HI (27) tertangkap membawa narkoba jenis sabu seberat satu kilogram saat mendarat di bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Selasa (11/2/2020) malam.

Penangkapan itu mengakhiri perjalanannya menjadi kurir yang sebelumnya terbang dari Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, lalu transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, lalu transit lagi di Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar.

Sedikitnya Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng Kombes Pol Dodi Rahmawan yang tidak habis pikir. Bagaimana bisa HI yang kelahiran Medan itu bisa lolos dari tiga bandara internasional dengan satu kilogram sabu di sepatunya.

“Ini akan kita telusuri bagaimana sistem pengawasan di bandara lagi,” sebut Kombes Dodi didampingi Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto pada press conference di Mapolda Sulteng, Rabu (12/2/2020).

Dodi mengungkapkan, setelah dilakukan interogasi terhadap tersangka HI, sabu yang disembunyikan dalam sepatu berukuran nomor 41 itu adalah pesanan seorang oknum berinisial Y yang saat ini sedang mendekam di  Rumah Tahanan (Rutan) Palu sebagai tahanan.

Kepala Rutan Palu, Yansen tidak membantah hal itu. Yansen juga mengaku telah memanggil oknum yang dihukum 16 tahun penjara tersebut untuk dimintai keterangan.

“Y telah diisolasi di ruangan khusus untuk mempermudah proses pengembangan kasus oleh Podla Sulteng,” sebut Yansen.

Sementara itu, Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal menyayangkan peredaran narkoba itu melibatkan orang-orang yang ada di penjara.

“Begtu hebat orang dalam penjara bisa mengendalikan peredaran narkoba. Nanti kita lakukan pemeriksaan,” kata Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal di sela-sela kunjungannya ke Mapolres Palu, Rabu (12/2/2020).

Di bagian lain, HI usai press conference itu mengaku hanya butuh waktu dua hari untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar bisa membawa barang haram itu ke Palu.

Meski mengaku baru sekali membawa barang tersebut lewat udara dan teruji negatif saat tes urine menggunakan sabu, namun aparat tidak langsung percaya.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini, termasuk siapa-siapa yang terlibat dalam peredaran narkoba ini,” tegas Kombes Dodi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here