Dua anggota tim satgas penyelamatan buaya terjerat ban bekas sedang menunggui meunculnya buaya di muara Sungai Palu, Sabtu (8/2/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Dua pemerhati satwa liar asal Australia masing-masing Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson akan ikut membantu upaya penyelamatan buaya liar yang terjerat ban bekas di Sungai Palu.

Kepastian keikutsertaan kedua pemerhati buaya itu disampaikan oleh Ketua Tim Satgas penyelamatan buaya berkalung ban bentukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng, Haruna.

“Memang benar adanya bahwa setelah berkonsultasi dengan Direktur KKH, Kementerian LHK maka mereka diperkenankan segera bergabung dengan tim yang sudah terbentuk,” kata Haruna yang juga Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sulteng, Senin (10/2/2020).

Haruna menyebutkan, keikutsertaan kedua pemerhati buaya asal Australia itu juga sudah dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan bernomor S110/KKH/MJ/KSA.2/02/2020 tertanggal 10 Februari 2020.

Keduanya katanya segera bergabung dengan tim yang sudah ada sebelumnya yang terdiri dari unsur BKSDA Sulteng, BKSDA NTT, dan Polair Polda Sulteng.

“Terkait perkembangan yang ada saat ini, Tim Satgas sedang mempersiapkan kembali peralatan serta strategi penyelamatan,” imbuh Haruna lagi.

Sebelumnya selama tiga hari, tim satgas tersebut telah bekerja namun hingga kini beklum berhasil menangkap dan membebaskan buaya liar tersebut dari jeratan ban bekas di leher.

Haruna mengulangi kembali, waktu operasi tim satgas tersebut belum bisa ditetapkan karena masih menunggu kedua ahli buaya itu tiba dari Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *