Konstruksi Huntap Tahap Kedua Berbeda dari yang Pertama

Gubernur Sulteng Longki Djanggola (tengah) bersama Danrem 132 Tadulako Kol Inf Agus Sasmita (kanan) bersama perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi saat meninjau huntap di Tondo, Palu, Kamis (6/2/2020). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU, beritapalu | Konstruksi hunian tetap (Huntap) tahap kedua yang dibangun oleh yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Tondo akan berbeda dengan huntap tahap pertama yang sebagiannya sudah selesai dibangun.

Hal itu terungkap ketika Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola bersama Danrem 132 Tadulako Kolonel Inf Agus Sasmita selaku Kasatgas Rehab Rekon Pascabencana meninjau progress pembangunan huntap yang akan diresmikan oleh Presiden pada April 2020 mendatang itu, Kamis (6/2/2020).

“Di tahap kedua ini sepertinya konstruksinya berbeda dengan tahap pertama. Itu ada apa?”, tanya Gubernur Longki kepada perwakilan Yayasan Buccha Tzu Chi, Daniel Karjaya.

Menurut Gubernur Longki, prinsip huntap adalah harus ramah terhadap gempa dan memenuhi syarat secara teknis dari PUPR, sehingga diharapkan bilamana ada perubahan konstruksi agar Yayasan Buddha Tzu Chi selaku pembangun dapat memaparkannya ke PUPR untuk dipertanggungjawabkan bersama.

Menjawab pertanyaan itu, Daniel membenarkannya. Katanya memang  ada perubahan konstruksi yang maksudnya untuk mempercepat pembangunan. Metodenya yaitu Slab on Ground yang menurutnya jauh lebih mahal tetapi dengan cara kerja lebih mudah.

Daniel berjanji akan segera menindaklanjuti harapan Gubernur untuk segera memaparkan perubahan-perubahan konstruksi itu ke Kementerian PUPR.

Daniel menuturkan, dari target 1.500 huntap tahap pertama, saat ini yang telah selesai sebanyak 276 unit, 696 unit lainnya dalam proses penyelesaian, dan sisanya sebanyak 528 unit sedang dalam proses pembangunan.

Daniel juga menyebutkan jika jaringan listrik di lokasi huntap sudah ada, namun belum masuk ke rumah-rumah yang sudah dibangun.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah Ferdinand Kana melaporkan, pihaknya telah menyediakan air minum untuk memenuhi kebutuhan calon penghuni.

Terkait permintaan Wali Kota Palu untuk pembuatan drainase di kawasan huntap itu, ia menyebutkan masih menunggu surat resmi Wali Kota Palu agar ada dasar baginya ketika diaudit oleh BPKB..

Selain Gubernur dan Danrem, kunjungan itu juga diikuti Asisten Administrasi Perekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sulteng Elim Somba, Kepala BPBD Sulteng Bartholomeus Tandigala dan beberapa pejabat provinsi  lainnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here