Hari Kedua Drama Penyelamatan Buaya, Sempat Kena Tombak

Petugas gabungan operasi penyelamatan menyisir pesisir sungai untuk memastikan pemunculan buaya yang terjerat ban bekas di Sungai Palu, Jumat (7/2/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Hari kedua (Jumat, 7/2/2020) operasi penyelamatan buaya liar yang terjerat ban bekas di Sungai Palu berlangsung menegangkan. Bagaimana tidak, tombak petugas sempat mengenai sang buaya.

Sekitar pukul 08.00 Wita, tim operasi penyelamatan yang merupakan gabungan personel dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, BKSDA NTT, Polair Polda Sulawesi Tengah serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turun ke lokasi pemunculan buaya, yakni di sekitar Jembatan Palu II.

Awalnya, buaya tersebut menampakkan diri di sekitar bongkahan bangunan yang terletak di tengah sungai tersebut. Namun begitu petugas datang, perlahan buaya itu menenggelamkan diri.

Dengan sabar, petugas menunggui kemunculan kembali buaya itu, dan benar adanya, hanya selang beberapa waktu saja, kepala buaya itu muncul dan dengan sigap salah seorang petugas menombakkan harpun-nya ke tubuh buaya.

Harpun, atau sejenis tombak yang digunakan untuk menangkap buaya. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Tombak itu sempat mengenai punggung buaya namun akhirnya terlepas kembali dan sang buaya berhasil melarikan diri.

Petugas tidak kehabisan akal, sebuah jaring yang kabarnya didatangkan khusus dari Jakarta dibentangkan untuk melokalisir pergerakan buaya yang terjerat ban bekas sejak empat tahun lalu itu.

Jaring itu awalnya dipasang melingkar ke gundukan sisa bangunan tersebut, namun buaya itu ternyata cukup cerdik, ia berhasil lolos dan menjauhi jaring tersebut.

Posisi jaring kemudian diubah menjadi bentangan dari sisi kiri hingga kanan sungai untuk mencegah buaya tersebut tidak melarikan diri ke muara sungai.

“Kalau buayanya ke muara, akan makin sulit ditangkap karena pergerakannya lebih bebas,” ujar salah seorang petugas.

Buaya terus bergerak dan timbul tenggelam di tengah sungai. Petugas pun dengan sabar menunggui buaya itu mendekat. Beberapa warga yang berusaha mendekat ke pinggir sungai sempat mendapat teguran karena dinilai mengganggu upaya penyelamatan dan membuat buaya itu bersembunyi.

Seekor bebek dijadikan umpan bagi buaya. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Beberapa kali buaya itu muncul, namun ketika petugas berusaha mendekatinya, sekonyong-konyong buaya itu tenggelam lagi. Seorang petugas juga tampak melemparkan seekor itik yang kakinya diikat dengan tali.

Itik itu dijadikan sebagai umpan agar buaya muncul ke permukaan. Tapi sekali lagi, umpan itu tidak mempan. Buaya tetap asyik di persembunyiannya di dalam air.

Hingga pukul 18.00 Wita, upaya penyelamatan buaya belum berhasil juga.

Sementara itu, ratusan warga memadati bibir Sungai Palu untuk menyaksikan langsung prosesi penyelamatan buaya itu. Tak jarang sorak-sorai membahana ketika sang buaya menampakkan diri ke permukaan air. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here