Pansus Bencana Padagimo Jangan Cuma Habis di Rekomendasi

Ilustrasi efek bencana di Masjid Akhram Babul Rahman atau masjid terapung di Kampung Lere yang diterjang tsunami, Rabu (24/10/2018). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk DPRD Sulteng untuk pengawasan pemulihan pascabencana bernama Pansus Pasigala telah berakhir. Sebagai gantinya, dibentuk lagi Pansus untuk tugas yang sama namun diperluas dan bernama Pansus Padagimo.

Dalam rapat perdananya pada Selasa (4/2/2020), Ketua Pansus Padagimo Budi Luhur menyebutkan, Pansus ini masih relevan karena  begitu banyak masalah dalam proses penanggulangan serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 28 September 2018 lalu.

“Pemulihan bukan hanya fisik, tapi juga non fisik termasuk mental. Apa yang dibangun sebelumnya habis. Ini harus kita kembalikan,” ungkap Budi Luhur dikutip dari MetroSulawesi.

Menurutnya, Pansus Padagimo harus membuahkan hasil yang nyata, tak lagi sekadar rekomendasi. Dengan lain kata,  outputnya mengikat dan jika ditemukan pelanggaran harus ditindaklanjuti dengan hak angket atau penyidikan.

Ia menyorot banyaknya dana-dana dalam penanganan bencana itu, namun ia juga mempertanyakan pertanggungjawabannya.

Atas nama kepentinan masyarakat kata Budi, siapapun katanya bisa dipanggil, tak terkecuali Menteri.

“Capek kita kerja kalau akhirnya cuma habis di rekomendasi,” tegasnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here