Karyawati melayani warga yang membuat pengaduan masalah keuangan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sulteng di Palu, Senin (16/12/2019). Pengetahuan warga tentang keuangan yang makin baik membuat indeks literasi dan inklusi keuangan di Sulteng ikut positif, yakni masing-masing 39,03 persen dan 84,51 persen selama 2019, sedangkan secara nasional masing-masing 38,03 persen dan 76,19 persen. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

PALU, beritapalu | Kantor Otoritas Jasa Kesuangan (OJK) Sulteng mencatat, Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sulawesi Tengah tumbuh positif sepanjang 2019.

Di sektor perbankan aset Bank Umum per Desember 2019 mencapai Rp41,45 triliun, tumbuh 12,09 persen bila dibandingkan Desember 2018 (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum mencapai Rp37,33 triliun, tumbuh sebesar 84,49 persen. Kredit naik 6,88 persen atau mencapai Rp29,63 triliun dengan Non Performing Loan (NPL) yang dapat dijaga pada angka 1,96 persen.

Di Bank Perkreditan Rakyat (BPR), OJK juga mencatat aset mencapai Rp2,65 triliun, tumbuh 3,56 persen dari periode sebelumnya. Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR mencapai Rp958,75 miliar (tumbuh 5,99 persen) dan Kredit mencapai Rp2,29 triliun (tumbuh 5,04 persen).

Di sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Piutang Pembiayaan November 2019 mencapai Rp3,42 triliun, tumbuh sebesar 12,34 persen. Premi Asuransi Jiwa yang dihimpun September 2019 mencapai Rp348,21 miliar (tumbuh 2,20 persen) dengan beban klaim Rp209,17 miliar (naik 17,67 persen). Sedangkan premi Asuransi Umum tercatat sebesar Rp138,24 miliar (turun 4,70 persen), dengan beban klaim sebesar Rp185,89 miliar (naik 181,96 persen).

Di sektor Pasar Modal, jumlah investor November 2019 mencapai 7.038, tumbuh signifikan 85,55 persen. Transaksi saham juga mencapai Rp160,05 miliar, tumbuh 26,84 persen. Sedangkan terkait Financial Technology (Fintech) Lending, OJK mencatat jumlah akumulasi pinjaman yang diberikan per November 2019 mencapai Rp100,80 miliar, tumbuh signifikan 394,25 persen. Sedangkan jumlah akumulasi peminjam (Borrower) mencapai 31.458 rekening, tumbuh signifikan 388,48 persen.

“Berdasarkan Survey Nasional Literasi Keuangan Tahun 2019, OJK mencatat Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah berturut-turut sebesar 39,63 persen dan 84,51 persen, mengalami peningkatan dari indeks tahun 2016 yang berturut-turut sebesar 22,55 persen dan 65,09 persen,” ungkap Kepala OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar, Selasa (28/1/2019).

Di bidang Perlindungan Konsumen, OJK juga menerima 1.346 Pengaduan Konsumen dari 2016 sampai dengan 2019 serta 1.099 permintaan data Informasi Debitur melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sepanjang tahun 2019.

“OJK juga mendorong peningkatan peran IJK terhadap pemerataan ekonomi daerah melalui berbagai  program fasilitasi, intermediasi dan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan sumber-sumber ekonomi kerakyatan yang baru sehingga dapat meningkatan kesempatan kerja dan mendukung pemerataan kesejahteraan menuju Provinsi Sulawesi Tengah yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing,” tandas Gamal. (afd/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *