Huntap Budha Tzu Chi di Tondo Untuk Dimiliki Selamanya

Hunian tetap yang dibangun oleh Yayasan Budha Tzu Chi di Kelurahan Tondo, Palu, Sabtu (12/10/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Keresahan para penyintas bencana terkait jangka waktu kepemilikan hunian tetap (Huntap) yang dibangun Yayasan Budha Tzu Chi di Kelurahan Tondo terjawab sudah.  Itu setelah pihak Budha Tzu Chi memberikan klarifikasi yang menegaskan kepemilikan itu bersifat selamanya.

Sebelumnya, ramai beredar jika huntap tersebut hanya dimiliki selama 10 tahun. Tak kurang dari anggota DPRD Kota Palu Muthaminnah Korona yang ikut mempertanyakan maksud salah satu ayat dalam klausul perjanjian yang harus diteken para penyintas yang akan menghuni huntap di lokasi itu.

Bagian Eksternal Relation and Partnetship Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, Andry sebagaimana dikutip dari Antara mengakui jika ada kekurangan dalam redaksi perjanjian penghunian tetap dengan para penyintas sehingga sulit dipahami dan ada yangmenafsirkan seolah-olah Huntap itu hanya dimiliki selama 10 tahun.

“Jadi penghunian 10 tahun itu merupakan kewajiban warga menjaga rumahnya, jangan dijual, disewakan, mengalihfungsikan dan larangan lainnya dalam perjanjian. Jadi maksudnya bukan keluar setelah 10 tahun,” kata Andry.

Ia menambahkan, perjanjian yang dibuat dengan para penyintas itu hanyalah salah satu bentuk komitmen untuk menjaga dan merawat rumah  yang telah dibangun oleh Budha Tzu Chi.

Terkait dengan kepemilikan lahan di tiap bangunan Huntap, Andry mengatakan akan menjadi hak milik penyintas. Meski begitu, Budha Tzu Chi katanya tidak memiliki kewenangan itu karena yang berhak adalah pemerintah dalam bentuk penerbitan sertifikat hak milik.

“Nanti rumah, lahan dan barang yang ada akan menjadi hak milik penyintas, bukan hanya 10 tahun tetapi selama-lamanya,” imbuhnya.

Sementara itu terkait persoalan itu, Kepala BPBD Kota Palu Singgih B. Prasetyo mengaku telah berkomunikasi dengan Yayasan Budha Tzu Chi. Katanya, ayat dalam pasal perjanjian tersebut bukan batas waktu menghuni huntap. Sehingga huntap yang dihuni oleh penyintas setelah 10 tahun, tidak akan kembali ke pemerintah atau ke Budha Tzu Chi.

Ia menegaskan, dalam 10 tahun tersebut, pihak pemberi bantuan atau Budha Tzu Chi ingin memastikan bahwa bantuan rumah tersebut tepat sasaran.

Dengan begitu penyintas atau pihak kedua tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang sesuai dengan pasal 6 tentang larangan bagi pihak kedua pada perjanjian penghunian huntap kompleks rumah cinta kasih Tadulako Kota Palu.

Pemerintah termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulteng menurutnya akan mengupayakan sesegera mungkin menerbitkan sertifikat lahan masing-masing huntap itu. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here