Kawasan pertambangan emas ilegal Dongi-Dongi yang ditutup 1 September 2016 lalu. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendesak Polda Sulawesi Tengah untuk menyelidiki dan membongkar pemodal yang mengambil keuntungan dari aktifitas pertambangan ilegal yang terus berlangsung di kawasan Dongi-Dongi, Lore Utara, Poso.

“Kami menduga ada oknum pemodal yang membekingi aktifitas pertambangan ilegal di Dongi-Dongi. Para pekerja yang ditangkap bukanlah pelaku utama yang sesungguhnya, mereka hanya orang yang dipekerjakan untuk proses penggalian dan pengoperasian tambang ilegal tersebut” kata Direktur Eksekutif WALHI Sulteng Abdul Haris Lapabira dalam siaran persnya, Rabu (15/01/2020).

Haris menjelaskan, dalam proses produksi material menjadi emas yang dilakukan oleh penambang tradisional, digunakan tromol dan tong yang menggunakan bahan kimia seperti merkuri dan sianida. Ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan membahayakan keselamatan manusia. Bahan kimia tersebut diduga diperdagangkan secara ilegal oleh pengusaha.

Menurutnya kasus seperti ini akan terus berulang jika pemodal yang mengambil keuntungan dan membekingi aktifitas pertambangan ilegal tersebut tidak dibongkar dan diproses secara hukum.

“Kami juga mempertanyakan kinerja kepolisian sebagai aparat penegak hukum dalam melakukan melakukan pengawasan dan pencegahan terjadinya pertambangan ilegal di Sulawesi Tengah,” ujar Haris.

Haris menyebutkan, belakangan ini pertambangan ilegal semakin marak terjadi karena lemahnya pengawasan dan penegakan hukum pada sektor pertambangan di Sulawesi Tengah.

“Jika terjadi pertambangan ilegal aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan tidak boleh tebang pilih, utamanya pertambangan ilegal yang dilakukan oleh pengusaha atau korporasi,” tegas Haris.

Sebelumnya, Polda Sulteng menangkap empat orang pekerja yang sedang mengangkut material batu (reff) yang mengandung emas di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Material tersebut berasal hasil penggalian tambang ilegal yang berasal dari wilayah sekitar Taman Nasional Lore Lindu tersebut.

Penangkapan empat pelaku berawal dari informasi masyarakat yang diterima Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulteng mengenai kegiatan pengangkutan hasil tambang ilegal dari Dongi-dongi yang dibawa ke Palu. Kemudian ditindaklanjuti dan didapatkan empat pelaku sedang membawa hasil tambang ilegal tersebut.

Kini empat tersangka tersebut telah diamankan di Markas Polda Sulteng, dengan barang bukti berupa satu unit mobil Carry warna putih bermuatan 17 karung material pasir serta satu unit mobil truk Toyota TS warna hitam bermuatan 22 karung material pasir yang mengandung emas tersebut.

Ke empat tersangka dijerat Pasal 158 dan 161 Undang- undang Nomor 4 Tahun 2009, tentang Pertambangan Minerba dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. (afd/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *