Warga beraktivitas di depan rumahnya yang digenangi banjir rob atau air pasang laut di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donngala, Sulawesi Tengah, Minggu (12/1/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

DONGGALA, beritapalu | Wakil Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Sahlan L Tandamusu AP meminta pemerintah untuk segera cari solusi penanganan banjir rob yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sirenja.

“Sudah terlalu lama banjir rob itu terjadi. Paling tidak, dua kali dalam sebulan sebagai akibat dari terjadinya penurunan permukaan tanah sedalam dua meter akibat gempa 7,4 SR yang melanda daerah ini pada 28 September 2019 tahun lalu,” ungkap Sahlan di Donggala, Rabu (15/1/2020).

Sebagai Pimpinan DPRD Kabupaten Donggala, ia mengajak Komisi III sebagai komisi membidangi masalah ini untuk melakukan kunjungan kerja ke lokasi banjir di Kecamatan Sirenja pada Selasa (14/1/2020). Hasilnya, mereka tidak melihat adanya tanda-tanda penanganan bencana di wilayah tersebut.

“Pemerintah atau pihak terkait tidak boleh diam. Segera cari solusi atas masalah ini. Kasihan masyarakat kita, sudah terlalu lama mereka menderita,” ungkap Sahlan yang juga Sekretaris DPD Nasdem Donggala  penuh kesal.

Diketahui, enam desa di kecamatan Sirenja diterjang banjir rob terparah selama banjir rob melanda wilayah tersebut pada Sabtu (11/1/2020) sore.

“Jika sebelumnya, banjir rob hanya melanda tiga desa. Saat ini, sudah melanda enam desa, masing-masing desa Tondo, Dampal, Tanjung Padang, Tompe, Lende, dan desa Lende Ntovea. Bahkan berpotensi meluas, jika tidak ditangani segera,” tegasnya. (afd/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *