Perdana Digelar Pascabencana, Lomba Pacuan Kuda di Bora

Sejumlah joki memacu kudanya pada lomba pacuan kuda yang digelar oleh Pordasi Kota Palu di Desa Bora, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/12/2019). Lomba pacuan kuda yang baru pertama kali dilaksanakan pascabencana itu dimaksudkan untuk menggairahkan kembali olahraga berkuda sekaligus sebagai ajang seleksi untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

SIGI, beritapalu | Sedikitnya 48 ekor kuda dari berbagai jenis ikut mengambil bagian dalam lomba pacuan kuda yang digelar oleh Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Palu di arena pacuan kuda Desa Bora, Sigi, Sabtu (28/12/2019).

Ketua Pordasi Sulawesi Tengah yang juga merangkap sebagai pelaksana Ketua Pordasi Kota Palu Anjas La Matata mengatakan, ke-48 ekor kuda itu terbagi dalam tiga katagori yakni jenis lokal, ras, dan semi ras.

“Ada empat kelas yang dipertandingkan yakni kelas 600 meter, 800 meter, 1200 meter, dan 1400 meter,” ujarnya usai lomba hari pertama di arena pacuan kuda, Desa Bora, Sigi, Sabtu (28/12/2019).

Pada hari pertama lomba yang dibuka oleh Wali Kota Palu Hidayat tersebut, dilombakan empat race pada kelas 1.200 meter dan 1.400 meter.

Di hari kedua pada Minggu (29/12/2019), direncanakan akan berlangsung lima race dari seluruh kelas dan akan mepertandingkan babak akhir atau final.

“Lomba ini dimaksudkan untuk menggairahkan kembali olahraga berkuda di Kota Palu dan sekitarnya, karena seperti kita tahu, sejak bencana tahun lalu, tidak pernah lagi dilaksanakan kegiatan seperti ini,” ujar Anjas.

Selain itu kata Anjas, lomba itu sekaligus untuk mencari bibit kuda yang berprestasi, terutama dalam persiapan untuk mengikuti event olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Ia berharap, dengan digelarnya kembali lomba pacuan kuda tersebut, gairah olahraga berkuda di daerah ini dapat bangkit kembali seperti sebelumnya.

Sementara itu, antusias pengunjung untuk menyaksikan lomba tersebut cukup besar. Itu terlihat dari banyaknya warga yang berdatangan untuk menyaksikan langsung lomba tersebut.

“Cuma yang harus dipertegas adalah pengawasan atas lintasan, karena saya lihat tadi banyak penonton yang masuk lintasan pada saat kuda sedang balapan. Ini sangat berbahaya, dan juga kelihatan tidak tertib. Mohon panitia membenahi ini,” saran Rifaldi, salah seorang penonton yang mengaku dari Kalukubula, Sigi. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here