Seorang warga memberi makan kepada seekor kera di jalur Trans Sulawesi Kebun Kopi, Minggu (22/12/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng melarang warga atau pengendara untuk memberi makan kepada kera-kera (Kera Hitam Sulawesi/Macaca Tonkeana) yang biasanya terlihat di pinggir jalan di jalur Trans Sulawesi Kebun Kopi.

Larangan itu beralasan karena bisa mengubah perilaku kera endemik itu, dan berpengaruh terhadap kelangsungan hidupnya.

Pengaruh itu antara lain, kera tersebut menjadi tergantung dengan pemberian makan dari orang atau pelintas, dan di saat yang bersamaan nalurinya untuk mencari makan di alam bebas menjadi terkikis atau hilang. Kera menjadi malas dan hanya menggantungkan diri dari pemberian dari orang lain.

Tak itu saja, memberi makan kepada kera yang tadinya liar, akan menjadi jinak dan mudah ditangkap.

Faktanya, hampir setiap hari di jalur Kebun Kopi berhenti sejumlah kendaraan untuk memberi makan kepada monyet-monyet spesies Macaca itu.

Bahkan perubahan perilaku kera-kera yang hidup berkelompok itu sudah mulai terlihat. Setiap ada kendaraan yang berhenti, rombongan moyet itu langsung mendekat. Beberapa kera bahkan berusaha memanjat mobil dan mendekati jendela, berharap ada makanan yang diberikan.

“Kita paham dengan pemberian makanan kepada kera-kera hitam itu, mungkin maksudnya baik, tapi sesungguhnya justeru merugikan bagi kelangsungan hidup kera itu sendiri,” ujar Sadikin, salah seorang warga Palu yang menyaksikan langsung pemberian makan oleh pengedanra kepada kera itu, Selasa (24/12/2019).

Tak berselang lama, sebuah bus penumpang umum berhenti tidak jauh dari lokasi bergerombolnya kera-kera itu. Belum lagi kera-kera itu mendekat, seorang penumpang bahkan membuka pintu bus dan melemparkan pisang kepada kera-kera yang duduk menunggu di pinggir jalan.

“Butuh penyadaran dan juga sosialisasi yang lebih intens kepada warga, terutama pengendara agar kebiasaan memberi makan seperti itu dihentikan,” tambah Sadikin lagi.

Sebelumnya BKSDA juga sudah memasang papan peringatan dan larangan untuk tidak memberi makan kepada kera-kera tersebut. Ukurannya yang kecil dan titik pemasangannya yang tidak terlihat, menjadi salah satu sebab tidak bisa dihentikannya kebiasaan memberi makan kera tersebut. (afd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *