Mahasiswa Sulteng di Yogyakarta Tuntut Penghentian Pengerukan dan Reklamasi Sungai Danau Poso

Sejumlah mahasiswa asal Sulteng berunjuk rasa menuntut penghentian pengerukan dan reklamasi sungai Poso di Yogyakarta, Minggu (22/12/2019). (Foto: Akiansi Mahasiswa Sulteng)

YOGYAKARTA, beritapalu | Ratusan mahasiswa asal berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah yang saat ini sedang kuliah di Yogyakarta menuntut penghentian pengerukan dan reklamasi  sungai Danau Poso oleh PT Poso energy.  Tuntutan ini disampaikan dalam aksi long march peduli Danau Poso, Minggu (22/12/2109).

Para mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tengah ini juga mendesak dilakukannya kajian ekologi atas dampak pengerukan dan reklamasi, serta menolak privatisasi Danau Poso oleh PLTA milik Bukaka Group ini.

“Ini adalah tanggungjawab kami sebagai mahasiswa. Masalah yang sedang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Poso bukan hanya masalah orang Kabupaten Poso tapi punya dampak ke seluruh Sulawesi Tengah,” ujar Andi Aziz, kordinator umum Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tengah di Yogyakarta.

Andi menegaskan keterlibatan para mahasiswa ini setelah melakukan kajian mendalam tentang persoalan yang saat ini sedang dihadapi oleh masyarakat karena pengerukan dan reklamasi. Apalagi, menurutnya, dampak dari kegiatan pengerukan dan reklamasi akan merusak ekosistem biota sungai dan danau, menghilangkan tradisi budaya danau dan terutama banyak masyarakat kehilangan sumber kehidupan.

“Kami merasa perlu melakukan aksi solidaritas sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan” tegasnya.

Long march Aliansi Mahasiswa Sulteng di Yogyakarta, Minggu (22/12/2019). Mereka menuntut penghentian pengerukan dan reklamasi sunagi Poso. (Foto: Aliansi Mahasiswa Sulteng)

Massa aksi memulai long march pada pukul 14.00 dimulai dari  Asrama Bintara Sulteng menuju ke perempatan Nol KM Yogyakarta. Memulai dengan sekitar 70-an mahasiswa, perjalanan sekitar 1 km ini, jumlah peserta aksi bertambah hingga ratusan.

Dalam orasinya, mereka menyampaikan bahwa aktivitas  pengerukan sungai dan danau Poso oleh PT Poso Energy mengancam biota perairan di sungai dan Danau Poso, termasuk akan menghilangkan sumber air minum yang bersih bagi ribuan masyarakat Poso.

Bukan hanya orasi, para mahasiswa juga melakukan aksi teaterikal dalam bentuk pantomin, mural dan membaca puisi. Seluruhnya menyoroti kegiatan reklamasi di wilayah Kompodongi yang akan menghilangkan tradisi Mosango, serta tradisi Wayamasapi.

“Mosango dan Wayamasapi adalah tradisi dari leluhur orang Poso. Akan dihilangkan untuk kepentingan Poso Energy”  seru Dedy Abdianto, salah seorang peserta aksi yang juga adalah mahasiswa asal Kabupaten Poso.

Membawa spanduk bertuliskan penolakan atas pengerukan dan reklamasi, para mahasiswa menyerukan agar Pemda Poso dan DPRD Poso tidak tinggal diam dan segera melakukan kajian yang diperlukan bekerjasama dengan LIPI terhadap seluruh aktivitas PT Poso Energy. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here