Cuci Uang dari Narkoba, Dua Pria Digelandang ke Mapolda Sulteng

Direktur Sat Resnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol Dodi Rahmawan (kanan) menggiring dua terduga pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Mapolda Sulawesi Tengah, di Palu, Kamis (19/12/2019). Kedua tersangka berinisial AC dan AZ ditangkap petugas Imigrasi di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatra Utara dan keduanya juga menjadi bandar narkoba yang menyuplai sabu ke Sulawesi Tengah. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Dua pria masing-masing berinisial AC (34) dan IF (38) digelandang ke Mapolda Sulteng setelah disangkakan sebagai pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Keduanya juga disebut sebagai bandar narkoba yang memasok sabu-sabu ke Sulawesi Tengah.

Direktur Satnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol Dodi Rahmawan dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan di Mapolda Sulteng, Kamis (19/12/2019) sore menyebutkan, keduanya ditangkap petugas Imigrasi sesaat turun dari pesawat dari Malaysia di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.

“Sebelumnya kita sudah menetapkan tersangka ini sebagai DPO dan kita bekerjasama dengan petugas imigrasi untuk membantu menangkapnya,” ungkap Dodi didampingi Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supriyanto.

Begitu tertangkap pada Jumat (13/12/2019) lalu, kedua tersangka tidak langsung dibawa ke Mapolda Sulteng, melainkan dibawa ke Jakarta untuk mendalami kasusnya sekaligus menginventarisi asset-aset yang dimilikinya yang berada di Jakarta.

Setelah mendapatkan berbagai informasi tentang asset-asset yang dimiliki, aparat Polda Sulteng langsung melakukan upaya penyitaan. Sejumlah asset yang berhasil disita itu antara lain dua rumah tinggal yang terletak di Bekasi, Jawa Barat, dan lima unit mobil.

“Sekarang kita masih menelusiri asset-aset yang dimilikinya baik yang ada di Palu maupun yang ada di wiayah lainnya. Kita juga bekerkoordinasi dengan sejumlah instansi termasuk dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil karena setelah ditelusuri ternyata tersangka banyak menggunakan KTP otang lain dalam pemilikan asetnya,” terang Dodi.

Dodi juga mengaku, pihaknya saat ini sedang berhubungan dengan pihak bank untuk menginvestigasi rekening-rekening yang dimilikinya.

“Tersangkanya saat ini masih dua orang, tapi kemungkinan akan bertambah. Kita tunggu hasil penyelidikan karena bisa jadi mereka-mereka yang terlibat dan membantunya akan kita periksa juga,” tegasnya.

Ia berharap kepada seluruh masyarakat untuk ikut membanti apparat dalam mengungkap kasus ini karena kejahatan yang dilakukan sudah masuk katagori transnasional crime.

“Jika ada di antara warga yang tahu soal kepemilikan asset, tolong beritahu kami agar kasus ini dapat terungkap dengan terang,” harapnya.

Terkait dengan penangkapan kedua tersangka oleh petugas Imigrasi di bandara Kualanamu, Polda Sulteng sangat berterimakasih dan memberi reward kepada tiga petugas imigrasi tersebut, masing-masing Indra Bangsawan, Desiana Veranda, dan Rizka Wellington.

“Kapolda Sulteng sangat mengapresiasi kepada petugas imigrasi tersebut, karena meskipun akan disuap oleh tersangka hingga Rp3 miliar, ketiganya tidak bergeming,” beber Dodi. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here