Ketua DPRD Sulteng Nilam Sari Lawira (tengah) meninjau sunia Ore di Desa Bangga, Minggu (15/12/2019). (Foto: Ala)

SIGI, beritapalu | Ketua DPRD Sulteng Nilam Sari Lawira menyebut aliran sungai di Kabupaten Sigi mengalami krisis ekologis dan berpotensi memicu bencana banjir bandang berulang dengan karakter longsoran batu dan kayu log serta luapan sedimentasi.

“Kalau kita lihat fakta lapangan, ini menunjukan karakter krisis ekologis sungai,” ujar Nilam Sari Lawira, Ketua DPRD Sulteng.

Dalam kunjungannya, Nilam juga melihat langsung kondisi warga yang hidup di bantaran Sungai, mulai dari Bolapapu hingga Bangga cukup memperihatinkan.

“Pemukiman terparah di Bangga yang dulu padat dan ramai, sekarang berjejer rumah-rumah, sekolah, dan rumah ibadah tenggelam di dalam lumpur sedimen,” aku Nilam.

Nilam yang membawa rombongan BPBD dan Bina Marga langsung melakukan dialog mengenai kebutuhan mendesak warga.

“Saya turut bersedih hati melihat masalah yang berlarut-larut ini. Saya sampaikan ke Komisi III untuk segera melaksanakan RDP,” kata Nilam dihadapan warga.

Nilam menyebutkan bahwa sungai-sungai di Kabupaten Sigi rawan longsor dan banjir bandang.

“Setelah melihat fakta, telah terjadi krisis ekologis sungai yang mengancam kehidupan warga dalam jangka panjang. Kita harus bersinergi untum temukan solusi” ungkapnya.

Usai kunjungan ke Kulawi, Ketua DPRD Sulteng bersama tim melanjutkan tinjauan lapangan ke kawasan hunian sementara pengungsi Poi Desa Bangga Kabupaten Sigi.

Mereka yang tinggal di sini terbagi dalam dua gelombang pengungsian. Pengungsi awal dari gempa 28 September 2018, dan menyusul korban banjir sungai Bangga. Jumlah total warga yang mengungsi seluruhnya 242 Kepala Keluarga.

Saat ini mereka kekurangan pasokan air bersih. Mereka terpaksa membeli seharga Rp20 ribu satu tandon.

“Terkait kebutuhan air bersih, tadi sudah saya sampaikan akan segera direalisasikan,” ujar Nilam. (ala/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *