Waka Polda Sulteng Brigjen Pol Nurwindiyanto (kelima kanan) bersama Direktur Polairud Polda Sulteng Kombes Pol Indra Rathana (ketiga kiri) mengangkat Penyu Hijau (Chelonia mydas) untuk dilepasliarkan di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (10/12/2019). Direktorat Polairud Polda Sulteng melepasliarkan 21 ekor penyu hijau yang langka dan dilindungi hasil operasi penangkapan terhadap seorang warga yang akan memperdagangkannya di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Setelah berhasil menyelamatkan dan mengamankan  puluhan penyu (Chelonia mydas) yang dilindungi dari ulah oknum nelayan yang menangkap dan ingin memperjual belikannya, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulteng melepasliarkan kembali penyu-penyu itu ke habitatnya di perairan Teluk Palu, Selasa (10/12/2019).

Sesungguhnya, saat diamankan pada sekitar pekan lalu, jumlah penyu itu sebanyak 23 ekor. Namun hingga menjelang pelepasliarannya, dua ekor di antaranya mati, sehingga yang dilepasliarkan berjumlah 21 ekor.

“Pelepasan 21 ekor penyu ini merupakan bentuk keseriusan Polda Sulteng untuk melindungi satwa, yang apabila tidak dilakukan akan mengancam keberadaannya dari ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Waka Polda Sulteng Brigjen Pol Nurwindiyanto usai memimpin pelepasliaran penyu itu di atas Kapal Dipolairud Polda Sulteng bernomor lambung XIX-3001.

Wakapolda pada seremoni pelepasan itu didampingi Dirpolairud Polda Sulteng Kombes Polisi Indra Rathana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulteng, Ahli BKSDA, Kepala BKIPM, DKP Sulteng, dan Personil Ditpolair Polda Sulteng.

Kabidhumas Polda Sulteng melalui Kasubbid Penmas Kompol Sugeng Lestari mengatakan, kasus penyu itu terus dalam penyidikan Ditpolair. Ia berharap agar masyarakat terutama yang berada di daerah pesisir untuk tidak menangkap penyu atau satwa yang dilindungi lainnya karena ada ancaman pidananya. )afd/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *