Kapolres Palu AKBP Moch Sholeh memberikan wawasan kepada sejumlah jurnalis pada workshop Etika dalam Pemberitaan yang dilaksanakan Ikatan Jurnalis Krimanl (IJK) di Amazing Hotel & Resto, Palu, Sabtu (7/12/2019). (Foto: Rahmat Dany)

PALU, beritapalu | Ikatan Jurnalis Kriminal (IJK) Sulawesi Tengah menginisiasi dilaksanakannya workshop bertajuk ‘Etika Dalam Mengabarkan’ di Amazing Hotel & Resto, Palu, Sabtu (7/12/2019).

Workshop itu dilaksanakan menyikapi keresahan yang terjadi belakangan ini, khususnya yang berkaitan dengan etika jurnalis dalam menghasilkan produk karya jurnalistik.

Sekitar 50 orang jurnalis dari media cetak, media online, dan media elektronik, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Dua pemateri utama dihadirkan pada workshop itu yakni Ketua AJI Palu Mohammad Ikbal dengan materi Etika Dalam Pemberitaan, dan Dewan Etik Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu Basri Marzuki dengan materi Etika Foto Jurnalistik.

Selain keduanya, IJK Sulteng juga menghadirkan narasumber terkait pada materi kemitraan seperti Kapolres Palu AKBP H Moch Sholeh, Kepala Kantor Basarnas Palu Basrano, dan Kepala Penerangan Korem 132/Tadulako Kapten Inf Ahmad Jayadi.

Workshop dimulai Sabtu pagi, dibuka oleh Pataruddin yang mewakili panitia penyelenggara.

Selama sesi materi, Wartawan TV One Abdi Mari bertindak sebagai moderator.

Kapolres Palu AKBP H Moch Sholeh mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan IJK Sulteng tersebut. Jajaran kepolisian lanjutnya senantiasa menjalin silaturahim dengan para jurnalis.

“Hal itu untuk menguatkan sinergitas kita dalam keterbukaan informasi dengan teman-teman wartawan,” kata Kapolres.

Dengan keterbukaan informasi yang sudah dibangun pihak Polres Palu dan jurnalis, Sholeh juga berharap para jurnalis memperhatikan rambu-rambu dalam pemberitaan.

Kepala Kantor Basarnas Palu Basrano juga menyampaikan apresiasi positifnya atas kegiatan tersebut.

Tema kegiatan yang digagas IJK Sulteng itu sangat bagus menurut dia, apalagi bagi mereka yang biasa menjadi mitra jurnalis untuk berita bencana atau korban bencana. Di mana etika dalam menampilkan berita atau foto korban bencana menjadi hal yang penting.

“Kalau ada informasi tentang ranah Basarnas juga, teman-teman jauh lebih bagus kau ada konfirmasi,” kata Basrano.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Penerangan Korem 132/Tadulako Kapten Inf Ahmad Jayadi.

Ketua panitia Rahmat Dany mengatakan, kegiatan ini selain bentuk silaturahmi sesama jurnalis, juga upaya untuk saling memberi pemahaman terhadap kerja-kerja jurnalis, khususnya etika yang harus dipatuhi jurnalis dalam memberitakan, baik itu dalam penulisan berita maupun dalam penayangan foto-foto atau video.

“Dalam beberapa kasus misalnya masih banyak ditemukan media yang menulis nama korban atau pelaku kejahatan anak tanpa menginisial. Termasuk misalnya foto korban dan pelaku anak yang dimuat media tanpa memblur wajah korban maupun pelaku kejahatan anak,” kata Dany menjelaskan.

Dany yang juga jurnalis Rajawali TV menambahkan, berkat dukungan dari peserta dari beberapa media baik, cetak, online, media elektronik juga bantuan dari sejumlah mitra di antaranya, Polres Palu, Basarnas, Danrem 132 Tadulako dan pihak lain yang turut mendukung kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik.

“Harapan kita dengan kegiatan ini kerja kerja jurnalis di Kota Palu dan Sulteng secara umum, bisa lebih memahami kode etik dalam memberitakan,” ucapnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Panitia Irwan Kurniawan Basir menyebutkan, peserta yang tercatat selain jurnalis dari Kota Palu, juga diikuti beberapa jurnalis dari beberapa Kabupaten, seperti dari Parigi Moutong, Morowali Utara dan Sigi.

“Jumlah peserta 50 orang dari cetak, online dan elektronik,” pungkas Irwan yang juga jurnalis kabarluwuk.com. (afd/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *