Salah seorang peserta menunjukkan medali yang diraihnya setelah mencapai garis finish pada renang lintas Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (8/12/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

 

PALU, beritapalu | Tiga perempuan tak henti-hentinya menunjukkan medali yang diraihnya. Ketiganya baru saja diganjar penghargaan berupa medali karena telah berhasil menaklukkan Teluk Palu dengan cara berenang dalam kegiatan Renang Lintas Teluk yang dihelat Palu Swimming Club (PSC), Minggu (8/12/2019).

Ketiga perempuan itu masing-masing Dr. Hj. Ani Susanti SSos MSi, Tilly Palit, dan Fani Alit.

“Luar biasa,” begitu Ketua PSC Muslimin terus memuji ketiga perempuan itu. Pujian itu sangat pantas kata Muslimin, betapa tidak, baru kali ini ada perempuan yang memiliki tekad sekeras baja untuk bisa berenang melintasi Teluk Palu.

Para peserta berdoa sebelum berenang dalam Renang Lintas Teluk Palu di Pantai Tipo, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (8/12/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

“Sebelumnya lintas Teluk Palu ini sudah pernah digelar, yakni sebelum gempa 28 September tahun lalu, dan saat itu pesertanya semuanya laki-laki. Kali kedua ini luar biasa, tiga perempuan berhasil membuktikan dirinya,” ujar Muslimin.

Renang Lintas Teluk Palu itu mengambil start dari bibir pantai Kelurahan Tipo, Palu Barat dan finish di Pantai Kampung Nelayan. Start dimulai sekitar pukul 07.00 Wita yang didahului dengan doa bersama. Jarak tempuh lintasan renang itu sepanjang enam kilometer. Seluruh peserta yang jumlahnya mencapai 30 orang rata-rata dapat menyelesaikannya dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam.

Dikawal petugas dari Brimob Polda Sulteng dan BPBD Kota Palu, peserta berenang melintasi Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (8/12/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

“Sebenarnya kita bisa tempuh hingga dua jam saja, tapi tadi ketika start, ombak cukup besar dan arus air laut juga cukup deras. Peserta dengan tenaga yang dimiliki berusaha bertahan melawan arus yang deras itu. Ini yang membuat waktu tempuhnya lebih lama dari biasanya,” jelas Muslimin.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama berenang, PSC melibatkan Brimob Polda Sulteng dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palu untuk mengawalnya, masing-masing dengan perahu karet bermesin. Selain itu, dua perahu katinting juga ikut mengawal para peserta selama berenang hingga finish.

Pantang menyerah, para , peserta terus berenang melintasi Teluk Palu, Sulawesi Tengah hingga mencapai garis finish di Pantai Kampung Nelayan, Minggu (8/12/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

“Alhamdulillah, tidak ada kendala yang berarti, semuanya berjalan sesuai rencana, kecuali ombak yang cukup besar dan arus air yang deras. Tapi sekali lagi, semua bisa di atasi,” terangnya lagi.

Menurut Muslimin yang saat itu bersama pengurus PSC, Robby, gelaran Renang Lintas Teluk Palu sudah dijadwalkan sejak sebelum bencana tahun lalu, tepatnya pada Festival Palu Nomoni. Namun urung dilakukan karena bencana tak terduga tersebut menimpa.

Para peserta dan pengurus PSC berfto bersama usai kegiatan Lintas Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (8/12/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

“Ini sekaligus menjadi trauma healing, baik kepada masyarakat, terlebih para pecinta olah raga renang karena masih banyak yang trauma ketika melihat laut. Renang ini paling tidak menjadi penanda bahwa semuanya sudah kembali pada situasi yang normal, mari kita kembali berenang,” ajaknya.

Ia mengatakan, PSC sejak beberapa waktu lalu setelah bencana tahun lalu sudah kembali ke laut untuk berenang. Bahkan setiap hari Sabtu dan Minggu, aktivitas berenang di laut sudah rutin dilakukan.

“Anggota PSC cukup banyak dan saat ini yang aktif berenang setiap Sabtu dan Minggu sekitar 50 orang,” ungkapnya.

Ke depan ia berharap aktivitas olah raga renang di Palu makin mendapat tempat di hati warga. PSC katanya sangat membuka diri, siapapun dan apapun latar belakangnya bisa saja bergabung ke PSC sebagai wadah bagi para pecinta renang. (afd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *