Pastikan Dana Stimulan Tak Dikorek, BNPB Kunjungi Posko Satgas Huntap TNI

Sejumlah anggota TNI memasang rangka rumah pada pembangun hunian tetap (Huntap ) bagi korban bencana di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (9/11/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

 

PALU, beritapalu |Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengunjungi Posko Satgas TNI AD yang membantu percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) di Markas Korem 132 Tadulako, Jumat (29/11/2019).

Selain melihat bentuk keterlibatan TNI, kunjungan itu juga untuk memastikan dana stimulan yang diperuntukkan bagi korban bencana tidak dikorek oleh pihak lainnya, tak terekcuali Satgas Huntap TNI.

“Saya pastikan tidak ada pengurangan atau pemotongan dana stimulan penyintas dalam pembangunan dan perbaikan rumah mereka. Keberadaan TNI murni membantu percepatan sehingga sesuai harapan dan arahan presiden sebelum lebaran nanti warga sudah bisa kembali menempati rumah mereka,” tegas Kabiro Keuangan BNPB Taviv Joko Prahoro saat kunjungan tersebut.

Taviv yang saat itu diampingi Kasrem 132 Tadulako Letkol Inf Sampang Sihotang dan LO BNPB Kolonel Kav Arif bahkan memberi apresiasi atas kinerja Satgas Huntap TNI tersebut.

“Masyarakat merasa terbantukan dengan keterlibatan TNI dalam proses rehab rekon ini, sudah barang tentu kita (BNPB) turut mengapresiasi kinerja Satgas pada percepatan pembangunan dan perbaikan rumah warga melalui dana stimulan,” kata Taviv.

Keterlibatan TNI melalui Satgas percepatan Huntap kata Taviv didasarkan pada evaluasi kurangnya tenaga yang terlibat dalam pembangunan ribuan rumah insitu warga. Tenaga TNI katanya diperbantukan bukan hanya sebagai fasilitator tetapi terlibat dengan tenaga membantu pembagunan rumah warga.

“Hadirnya Satgas tentu saja tidak hanya sebagai fasilitator tapi membantu tenaga, karena TNI yang dilibatkan memiliki kemampuan khusus dibidang konstruksi. Diharapkan dengan kehadiran rekan TNI dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya karena seperti pengalaman BNPB di daeah lainnya tenaga TNI dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga rumah warga bisa segera ditempati kembali,” tambah Taviv.

Saat ini, jumlah tenaga TNI yang diperbantukan pada Satgas tersebut berjumlah 250 personel. Rencananya dalam waktu dekat ini akan ditambah menjadi 1.000 personel agar progress pembangunan dapat lebi cepat lagi.

Taviv agar posko itu membuat laporan harian terkait progres pembangunan dan perbaikan yang telah dilaksanakan. Data itu nantinya akan disinkronkan dengan data di BPBD yang secara keseluruhan dijadikan laporan. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here