Suasana workshop penyusunan strategi pemasaran bagi kelompok tani hutan di Palu, Jumat (29/11/2019). (Foto: abal)

 

PALU, beritapalu | Usaha Kecil dan Menengah Lecker Jaya Wijaya berbagi strategi pemasaran dengan sepuluh Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dampelas Tinombo dalam sebuah workshop penyusunan strategi pemasaran yang didukung oleh Forest Invesment Programme (FIP) II di Palu, Jumat (28/11/2019).

Maftukin Waluyo mengatakan, penting bagi KTH memiliki strategi pemasaran produk yang dihasilkan.

”Kelompok tani mesti berupaya memasarkan  suatu produk baik itu barang atau jasa dengan menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga jumlah penjualan menjadi lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, KTH yang memiliki beragam produk harus benar-benar matang dan serius atau fokus dalam menjalankan usahanya dan tidak terlalu memikirkan usaha yang lain yang menjadi pesaing.

Kelompok usaha tani dari sepuluh kelompok mendapat dukungan pendanaan yang membantu dalam pengembangan produk melalui usaha yang harapannya kelak bisa memberikan manfaat secara ekonomi dan melalui pengembangan produk yang berkelanjutan.

Kepala KPH Dampelas Tinombo, Agus Efendi yang membuka kegiatan workshop berharap agar kelompok tani usai mengikuti kegiatan itu bisa mempraktikkan melalui produk-produk yang dihasilkan sehingga mampu memiliki pasar sendiri baik secara lokal dan harapannya bisa lebih luas lagi area pemasarannya.

Agus Efendi menyampaikan beberapa masalah yang dihadapi pengusaha mikro adalah permodalan dan pemasaran. Masalah permodalan dan pemasaran adalah merupakan masalah yang dihadapi pengusaha mikro. Umumnya pengusaha mikro terbentur pada masalah modal yang akan digunakan dalam mengembangkan usaha.

Namun dilain sisi masalah pemasaran merupakan kunci sukses orang berusaha, meskipun banyak pengusaha yang mempunyai kemampuan modal mengolah usahanya tetapi tidak mempunyai strategi dalam memasarkan produk yang  baik, sehingga pengusaha tidak dapat mengembangkan usahanya lebih maju.

“Saya berharap kesempatan ini mesti dimanfaatkan oleh sebaik-baiknya kelompok tani hutan agar bisa memiliki pengetahuan dan mengimplementasikan dalam memasarkan produk-produk yang kini tengah menjadi pilihan usaha,”Pinta Agus Efendi. (bal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *