Kapal Terbakar, 12 Pemancing Selamat, Satu Digigit Hiu

Salah seorang korban ketika mendapat perawatan di RS Luwuk, Kamis (28//11/2019). (Foto: Istimewa)

 

PALU, beritapalu | Karena turbo mesin yang kepanasan, sebuah kapal speed fiber yang memuat 12 orang untuk tujuan memancing terbakar di tengah laut pada Jumat (22/11/2019) lalu. Hingga diselamatkan oleh nelayan pada dua hari kemudian, ke-12 pemancing itu selamat, namun seorang di antaranya sempat digigit ikan hiu.

Kronologis insiden dramatis itu diceritakan salah seorang korban setelah dievakuasi dan tiba di Rumah Sakit Luwuk untuk menjalani perawatan, Senin (25/11/2019).

Menurut korban, pada Jumat (22/11/2019) dinihari sekitar pukul 03.00 Wita lalu, mereka ber-12 berangkat dengan kapal speed fiber dari Desa Moilong, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai untuk memancing ikan. Sekitar pukul 20.00 Wita, kapal fiber yang ditumpanginya terbakar, karena mesin turbo yang digunakan kepanasan.

Mereka semuanya melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dengan pelampung masing-masing. Semuanya dapat selamat karena kompak untuk tidak saling terpisah, bahkan saling membantu.

Selama terombang-ambing di laut lepas, mereka tetap berkomitmen untuk bertahan bersama. Kecemasan di antara mereka tak bisa tertutupi dengan insiden tersebut, namun dapat diatasinya dengan kebersamaan itu hingga salah seorang di antaranya bernama Safaruddin (46) diserang oleh ikan hiu.

Mereka sempat panik, untung saja katanya ada segerombolan ikan lumba-lumba yang membantu mengusir ikan hiu tersebut.

Saat ikan hiu itu menyerang dan menggigit kaki salah seorang rekannya, seluruh benda-benda terapung yang tersisa dari kapal yang terbakar dikumpulkan dan secara kebetulan menemukan rakit di tengah laut. Di rakit itulah rekannya yang digigit hiu itu dinaikkan dan yang lainnya mengelilingi rakit itu. Kakinya yang luka akibat gigitan hiu diikat dengan kain dari pakaian mereka, sehingga darah tidak keluar.

Upaya meminta pertolongan setelah dua hari dua malam mengapung di laut akhirnya membuahkan hasil ketika nelayan dari Desa Tou berhasil mendekati dan menolongnya. Pada Senin (24/11/2019) sekitar pukul 15.30 Wita, nelayan tersebut mengevakuasinya dari perairan Desa Rata, yaitu wilayah perairan yang berbatasan dengan Kabupaten Morowali.

Ke-12 pemancing itu selamat dan dievakuasi ke Desa Tou sekitar pukul 20.00 Wita. Safruddin korban yang sempat diserang hiu dilarikan ke Rumah Sakit Luwuk dan tiba sekitar pukul 01.20 Wita pada Selasa (25/11/2019).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Basrano yang dihubungi membenarkan adanya insiden tersebut. Informasi tersebut diperoleh dari potensi SAR yang ada Kabupaten Morowali. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here