Published On: Wed, Nov 6th, 2019

Operasi Zebra di Towua, Suami-Isteri Bertingkah Seperti Orang Bisu

PALU, beritapalu | Karena sudah tersudut tidak dapat menunjukkan surat kelengkapan berkendara dalam Operasi Zebra Tinombala di Jalan Towua Palu belum lama ini, sepasang suami-isteri bertingkah seperti orang bisu. Modus itu menyelamatkan pasutri itu dari lembaran Surat Tilang.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto (kiri) bersama Kabag Renim Olda Sulteng Kompol Hamdin pada pemaparan hasil Operasi Zebra Tinombala 2019 di Palu, Rabu (6/11/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)bra,lalulintas,polisi,polda,

“Kami membebaskan pasangan suami isteri itu, kami tidak bisa berkomunikasi, entahlah keduanya bisu sungguhan atau hanya pura-pura, hanya mereka dan Tuhan yang tahu,” cerita Kabag Renim Polda Sulteng Kompol Hamdin dalam konferensi pers hasil Operasi Zebra di Palu, Rabu (6/11/2019).

Tak hanya itu ungkap Hamdin, modus lainnya adalah menangis, terutama para pelajar putri dan mahasiswi. Ketika dimintai surat-surat kendaraan dan tak dapat menunjukkannya, hanya dibalas deraian air mata.

“Ada juga suami-isteri yang bertengkar karena saling menyalahkan tidak membawa surat-suratnya. Pokoknya macam-macamlah modusnya,” beber Hamdin.

Selama operasi tersebut, petugas juga menilang sejumlah anggota polisi dan TNI.

“Kami catat, anggota Polisi yang ditilang sebanyak 23 orang dan anggota TNi sebanyak 13 orang,” ungkapnya.

Meski dengan ragam modus mengelak seperti itu, Jajaran Polda Sulteng dalam Operasi Zebra yang digelar 23 Oktober hingga 5 November 2019 atau selama 14 hari itu berhasil menjaring sedikitnya 9.397 pelanggar baik roda empat maupun roda dua. Angka itu naik fantastis dibanding operasi yang sama tahun sebelumnya yang hanya menjaring 1.862 pelanggar.

Sementara itu Direktur Lalulintas melalui Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto mengungkapkan, dari pelanggar sebanyak itu, Polda Sulteng mengeluarkan sedikitnya 9.212 surat tilang, dan 185 surat teguran. Angka surat tilang yang dikeluarkan itu juga meningkat 395 persen dari surat tilang yang dikeluarkan pada 2018 yang hanya berjumlah 1.862 surat tilang.

Ia merinci, dari pelanggar yang ditilang tersebut, pengguna Sepeda motor masih di peringkat pertama yang melakukan pelanggaran, yaitu 7.220 perkara dengan rincian tidak menggunakan Helm SNI 2.065 perkara, melawan arus 269 perkara, menggunakan Hand Phone (HP) saat berkendara 61 perkara, melebihi batas kecepatan 3, berkendara di bawah umur 993 perkara, Strobe Lights 2, surat-surat 2.825 perkara, dan lain-lain 1.004 perkara.

Sementara itu, pelanggaran yang berhubungan mobil menurut Kabid Humas, ada 1.992 perkara terdiri dari melawan arus 2, berkendara di bawah umur 13 perkara, menggunakan Hand Phone (HP) saat mengemudi 16 perkara, melebihi batas kecepatan 1, Strobe Lights 3, rotator 4, tidak menggunakan Safety Belt 908 kasus, surat-surat 732 perkara, dan lain-lain 313 perkara, pelanggaran didominasi pengemudi yang tidak menggunakan sabuk pengaman.

Persentase pelanggara Operasi Zebra Tinombala 2019 ini bila dibandingkan tahun lalu (2018) yang hanya 1.862 perkara mengalami kenaikan yang sangat drastis, yaitu 9397 perkara atau naik 405 persen, ini menunjukan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam berlalulintas perlu mendapat perhatian serius.

Ia menyampaikan, Ditlantas Polda Sulteng dan Satlantas Polres jajaran upayanya menekan angka kecelakaan yang disebabkan pelanggaran lalulintas tidak langsung memberikan tindakan penilangan atau penyitaan kendaraan, melaikan sebelumnya telah memberikan edukasi melalui pendidikan masyarakat lalulintas (DikmasLantas) dengan penyuluhan, penyebaran spanduk, leaflet, sticker dan kegiatan Police Goes To Campus.  (afd/*)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: