Published On: Fri, Nov 1st, 2019

BPBD Sigi dan Islamic Relief Gelar Pelatihan VCA

PALU, beritapalu | Islamic Relief Worldwide dan Konsepsi bekerja sama dengan BPDB Kabupaten Sigi menyelenggarakan pelatihan penguatan kapasitas masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam pengurangan resiko bencana.

Peserta pelatihan berfoto bersama dengan instruktur, Rabu (30/10/2019). (Foto: Abal)

Pelatihan  yang menggunakan metode teknik Vulnerability and Capacity Assessment (VCA) atau pelatihan kajian kapasitas dan kerentanan secara partisipatif itu sudah menjadi standar pelatihan kesiapsiagaan bencana.

Nanang S Dirja, Country Director Islamic Relief Wordwide Indonesia mengatakan, pelatihan yang didesain selama 15 hari di bagi tiga angkatan dari 17 Oktober hingga  1 November 2019  itu bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai sifat, tingkat, dan risiko yang dialami oleh masyarakat, menentukan keberadaan dan derajat kerentanan, mengetahui kapasitas dan sumber daya yang tersedia, alternatif tindakan yang dapat dilakukan.

“Pelatihan ini sangat penting untuk dapat menggali dan menyediakan informasi yang relevan bagi para pengambil keputusan dalam pembuatan rencana strategis, sehingga dapat membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk mengurangi kerentanan dengan menggunakan kapasitas yang dimilikinya’, kata Nanang S Dirja di Palu, Rabu (30/10/2019)

Ia menyebutkan, pelatihan  diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari desa Jonoge, Mpanau, Lolu, anggota forum PRB dan dari BPBD, dengan komposisi 19 orang laki laki dan 13 orang perempuan. Pelatihan ini akan berakhir pada tanggal 1 November 2019.

Sementara itu Asroel Repadjori, Kepala Pelaksana BPDB Kabupaten Sig menyampaikan, pelatihan PVCA ini diharapkan dapat melakukan kajian dan menyusun perencanaan di desa masing-masing dalam upaya mengurangi risiko bencana di desa.

“Tim  Siaga Bencana di tiga desa yakni Lolu,  Jono Oge dan Mpanau yang sudah terbentuk  hasil kerjasama BPBD Kab Sigi dan Islamic Relief Worldwide-Konsepsi dapat menjadi ujung tombak atau perpanjang tangan pemerintah Sigi dalam mengurangi risiko bencana dan meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana” harap Asrul Repadjori.

Ruth, salah seorang peserta dari Jono Oge mengatakan, materi yang didapatkan dalam pelatihan  sangat bermanfaat dan berharap dapat diterapkan di desa. Hal senada juga disampaikan Fani, peserta yang juga sebagai pendeta di Jono Oge bahwa pelatihan yang diselenggarakan Islamic Relief sangat membantu mereka karena telah memberikan pengetahuan atau, memberikan ilmu dan bisa ajarkan kepada pelayanan jamaat sehinggasemangat mereka bangkit lag.

Fahmi Rahmatna DRR Coordinator Islamic Relief menguraikan selama satu tahun, mulai dari respon bencana di pertengahan September 2018 hingga sekarang Islamic Relief Worldwide-Konsepsi telah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan baik dengan pemerintah Sigi, terutama dengan BPDB Kabupaten dan turut serta melahirkan Forum PRB Sigi dan terus mendukung peningkatan kapasitas masyarakat. Pelatihan difasilitasi oleh lembaga Perkumpulan IMUNITAS Sulawesi Tengah,

“Islamic Relief Worldwide tetap berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah, dalam hal ini mitra strategis kami yaitu BPDB dan Forum PRB Sigi.  untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat sehingga dapat mengurangi resiko bencana, terlebih untuk daerah rawan bencana seperti di Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah”tegas Fahmi. (bal/*)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: