Published On: Sun, Oct 13th, 2019

5.000 Mangrove dari Dermawan Untuk Teluk Palu

PALU, beritapalu | Sedikitnya 5.000 bibit pohon bakau didonasikan oleh sejumlah dermawan untuk ditanam kembali di pesisir Teluk Palu, terutama di pantai yang mengalami kerusakan berat akibat terjangan tsunami 28 September 2018 lalu.

Pecinta mangrove dan Masyarakat Relawan Mangrove Indonesia (MRI) membawa bibit bakau untuk ditanam di Pantai Dupa, Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (13/1/10/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

“Salah satu titik terparah itu adalah di Pantai Dupa, Kelurahan Tondo, Palu Utara,” kata Ismail, Ketua Mangrovers Kota Palu, pelaksana kegiatan itu di sela-sela penanaman, Minggu (13/10/2019).

Penanaman itu melibatkan sejumlah komponen warga termasuk mahasiswa, pecinta lingkungan, mangrovers, dan lembaga kemanusiaan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Aksi Cepat Tanggap (AC), dan Jaringan Arsitek Indonesia (JARI).

Ketua Relawan Mangrove Tomini (Remot) Hamzah Tjakunu (kiri) memberikan penjelasan sebelum menanam bakau di Pantai Dupa, Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (13/10/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

“Ini baru permulaan, karena belum seluruhnya 5000 bibit itu bisa ditanam pada hari ini. Selanjutnya penanaman seperti ini akan dilakukan lagi pada 27 Oktober mendatang,” terang Ismail yang sehari-harinya disapa Ipank ini.

Ipank mengapresiasi sambutan positif yang diberikan banyak pihak atas kegiatan itu, terutama dari kalangan perorangan, mahasiswa, pecinta lingkungan, termasuk lembaga kemanusiaan yang telah ambil bagian dalam upaya penyelematan lingkungan itu.

Humas Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kota Palu, Ulfa menyebutkan, penanaman mangrove itu adalah bagian dari program kerja MRI.

“Kami mengandeng Mangrovers Kota Palu dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini karena mereka telah berpengalamn dalam bidang ini,” sebut Ulfa.

Selain penanaman mangrove, MRI juga merangkaian kegiatan itu dengan penggalangan dana kemanusiaan untuk korban gempa Maluku.

Sementara itu, Ketua Relawan Mangrove Tomini (Remot) Hamzah Tjakunu yang juga hadir pada kesempatan itu menyempatkan untuk memberi penjelasan teknis tentang tatacara penanaman mangrove yang benar.

Menurut Hamzah yang akrab disapa Ateng ini, penjelasan teknis seperti itu penting dilakukan agar potensi tumbuh bakau yang ditanam dapat lebih besar.

“Biasanya kan begitu, karena ketidaktahuan cara menanam, akhirnya ditanam serampangan saja sehingga banyak yang tidak tumbuh,” sebut Ateng.

Relawan menanam bibit bakau di Pantai Dupa, Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (13/10/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, seperti bibit, jarak tanam, cara mengikat, dan banyak lagi lainnya, seperti jenis bakau yang sesuai dengan kontur tanam di pantai tertentu. Di Teluk Palu sebutnya, setidaknya ada 14 jenis bakau yang bisa tumbuh.

Pascatsunami, sepanjang pesisir Teluk Palu yang bentangannya mencapai 64 kilometer itu, sebagian besarnya telah rusak, kecuali sepanjang 2,5 kilometer atau sekitar 10 hektar yang tersisa, yakni di Hutan Bakau Gonenggati Jaya, Banawa Selatan Kabupaten Donggala.

Upaya untuk merehabilitasi kembali pesisir pantai itu semakin massif dilakukan oleh berbagai lembaga pascatsunami. Sayangnya, tidak sedikit dari upaya penanaman kembali mangrove itu hanya menghabiskan sumberdaya karena kekurangpahaman teknis budidaya bakau itu.

Gabungan pecinta mangrove dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) foto bersama usai menanam bakau untuk ditanam di Pantai Dupa, Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (13/1/10/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Desakan untuk membakaukan kembali pesisir Teluk Palu pascatsunami semakin menggaung setelah disadari bahwa mangrove dapat berfungsi sebagai penyerap karbon bagi pemanasan global (global warming). Isu terakhir ini bahkan sedang dikampanyekan di Indonesia, tak terkecuali di Palu. (afd)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: