INSPIRASI | Bank Sampah, Inisiatif Baru di Kalangan Ibu-Ibu di Kelurahan Ujuna

0
193

SEKELOMPOK ibu-ibu yang bermukim di RT 4, RW 2, Kelurahan Ujuna berkumpul di Pos Yandu. Beberapa di antara mereka terlibat perbincangan serius, beberapa lagi bercanda diselingi tawa kecil. Belasan ibu-ibu itu sedang menunggui pemateri yang akan mengenalkan jenis-jenis sampah plastik kepada mereka.

Sejumlah ibu-ibu mengikuti sosialisasi Bank Sampah dan pengenalan jenis sampah plastik di Pos Yandu RT4/RW2 Kelurahan Ujuna, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/9/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Sejak sepekan terakhir ini, ibu-ibu itu ramai membincangkan soal Bank Sampah. Bank sampah adalah tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah itu akan disetorkan ke pembuat kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah.

Beberapa pertemuan sudah digelar dan kebanyakan ibu-ibu itu sangat antusias dan bahkan mendesak agar Bank Sampah dimaksud segera dibentuk atau didirikan, dan malah minta segera dideklarasikan.

Adalah sang Ketua RT, Edi Lugito yang menginisiasi usaha pemberdayaan warga itu, terutama ibu-ibu. Wahana Visi Indonesia (WVI) yang juga bergerak dalam usaha pemberdayaan meliriknya dan telah mendampinginya.

“Inisiatif ini muncul setelah melihat potensi sampah, terutama sampah plastik yang ada di Kelurahan Ujuna ini, dan sementara itu, banyak ibu-ibu yang saban hari di rumah saja tanpa aktivitas,” kata Edi Lugito kepada beritapalu.com, Kamis (5/9/2019).

Kenapa tidak katanya, ibu-ibu itu dikerahkan atau diberdayakan. Pertama, paling tidak, langkah itu akan mendukung program Pemerintah Kota Palu dalam hal penanggulangan sampah. Kedua, warga bisa berperan dalam ikut menanganai masalah sampah plastik yang saat ini lagi trend.

“Dan juga, warga terberdayakan karena terutama sampah khususnya juga punya nilai ekonomis,” imbuh Edi.

Bank Sampah yang diberi nama “Lambangan Utama” itu akan segera dideklarasikan.


Sekelompok ibu-ibu itu bergegas masuk ke Pos Yandu, tempat pertemuan itu dilakukan karena  pematerinya telah datang. Kali ini pematerinya adalah Pimpinan Duta Recycling, M. Kafrawi Al Kafiah, praktisi pengolahan sampah plastik di Palu.

“Ibu-ibu, di Ujuna ini cukup banyak saya lihat sampah plastik, ibu-ibu bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari sampah-sampah itu,” ujar pria yang akrab disapa Rawi ini.

Rawi kemudian menjelaskan mengapa sampah plastik itu tidak ramah terhadap lingkungan dan upaya-upaya untuk mengatasinya. Menurutnya, keterlibatan semua pihak dibutuhkan agar sampah plastik ini dapat tidak memberikan efek buruk baik manusia saat ini maupun generasi yang akan datang.

Tak itu saja, jenis-jenis sampah plastik dirincikan sedemikian rupa, lengkap dengan rincian harganya jika dijual. Rawi bahkan menjanjikan, jika plastik-plastik itu terpilah dengan baik, maka harga jualnya pun dapat lebih tinggi dan ia melalui Duta Recycling siap menampungnya dalam jumlah yang tidak terbatas.

“Kan bisa, sambil nonton televisi misalnya, ibu-ibu duduk nonton sambil memilah-milah plastik,” ujar Rawi yang juga tenaga pengajar di Universitas Tadulako ini.

Ia berharap, keterlibatan ibu-ibu yang dipelopori oleh RT4 di Kelurahan Ujuna tersebut dapat menjadi insiprasi bagi warga lain di tempat lainnya. (berutapalu/afd)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here