Tertusuk Paku, Paskribraka di Morut Ini Tetap Fokus Bertugas

0
145

MOROWALI UTARA, beritapalu | Meski tertusuk paku saat bertugas sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) pada upacara HUT ke-74 Republik Indonesia, namun Dina Nursadiah, pelajar kelas 11 SMA Negeri 1 Petasia – Morowali Utara tetap melanjutkan tugasnya.

Dina Nursaidah (tengah) saat bertugas membawa bendera, Sabtu (17/8/2019). (Foto: istimewa)

Gadis cantik kelahiran 18 September tahun 2003 tahun ini merupakan satu dari sekian Paskibraka Morowali Utara, dan dipercaya sebagai pembawa baki berisi bendera yang dikibarkan pada peringatan Kemerdekaan RI ke-74 dilapangan upacara Kantor Bupati Morowali Utara.

Dina – demikian panggilan akrabnya – bersama teman-teman Paskibraka Morowali Utara harus menghadapi kenyataan penugasan pengibaran bendera tahun ini harus berhadapan dengan kondisi lapangan yang becek akibat hujan deras yang turun tanggal 16 Agustus malam. Meski demikian, tekad Paskibraka Morowali Utara tidak surut dengan medan yang harus mereka hadapi.

Kaki Dina Nursaidah diperiksa setelah tertusuk paku usai bertugas sebagai Paskibraka di Morut, Sabtu (17/8/2019). (Foto: istimewa)

Acara pengibaran bendera 17 Agustus 2019 berhasil dilakukan dengan mulus. Namun saat seluruh barisan kembali ke posisi awal, Dina tiba-tiba jatuh. Kakinya berdarah. Peristiwa ini sontak menjadi perhatian peserta upacara. Sepatu Dina dilepas, kakinya berdarah. Sebatang paku menancap di sepatu yang dikenakannya. Pakunya ternyata mengenai jari kelingking dan jari manis kaki sebelah kiri.

“Pas balik dari pengibaran depan tribun saya rasa sakit di kaki. Saya tahan saja, karena saya pikir cuma batu. Tapi kan lumayan jaraknya dari tribun sampai tempat barisan awal kami, lama-lama saya yakin bukan batu ini, tapi paku. Saya tetap fokus, konsentrasi dan tidak mau kase tunjuk sama teman-teman. Alhamdullilah tugas bisa saya tunaikan bersama teman-teman,” kata Dina yang dihubungi melalui telepon selular di Kolonodale.

Dina Nursaidah dipapah setelah tertusuk paku usai bertugas sebagai Paskibraka di Morowali Utara, Sabtu (17/8/2019). (Foto: Istimewa)

Begitu tiba di posisi barisan awal, Dina terjatuh dan membuka sepatunya. Darah yang mengucur membuat teman teman paskibraka panik. Dina pun segera mendapat pertolongan dari petugas medis, dan dilarikan ke RS Kolonodale untuk mendapat perawatan.

Saat ditelpon, Dina mengaku kondisinya sudah kembali normal setelah mendapat perawatan medis. Drinya bahkan dari rumah sakit langsung bergabung kembali ke pasukannya serta melakukan silaturahmi dengan keluarga besar pengibar bendera tahun ini. Dina pun siap untuk kembali bertugas dalam penurunan bendera. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here