OJK: Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu Cukup Besar

0
63

PALU, beritapalu | Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah Gamal Abdul Kahar mengungkapkan, potensi sektor kehutanan khususnya hasil hutan bukan kayu di Sulteng cukup besar.

Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah Gamal Abdul Kahar memberikan materi pada kegiatan Fasilitasi Mekanisme Kredit dan Peluang Pendanaan oleh KPH Dampleas di Palu, Rabu (7/8/2019). (Foto: Abal)

“Potensi hasil hutan bukan kayu tersedia dalam jumlah yang besar namun belum dikembangkan secara optimal,” ungkap Gamalsaat menjadi pembicara dalam kegiatan  fasilitasi mekanisme kredit dan peluang pendanaan yang dilaksanakan oleh KPH Dampelas Tinombo bekerjasama dengan Forest Investment programme  di Hotel Swissbell, Rabu (7/8/2019).

Menurutnya, dari sisi kredit dan pembiayaan yang diberikan terhadap sektor pertanian dan kehutanan masih relatif kecil sehingga perlu sinergi antarpemangku kepentingan agar produk-produk hasil hutan bukan kayu seperti gula aren, gula semut, rotan dan hasil lainnya bisa dioptimalkan.

“Salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah dengan meningkatkan kapasitas pelaku usaha perhutanan bisa melalui coaching dan monitoring,”ujarnya.

Selain itu, untuk mendukung pembiayaan rantai usaha hasil hutan bukan kayu, bisa melalui fasilitasi pembiayaan berupa pembiayaan modal kerja dan kredit investasi. Penguatan produksi melalui monitoring dan pengendalian kualitas  termasuk pemasaran serta penjualan.

Ia menambahkan untuk kelembagaan usaha perlu memiliki legalitas atau izin  usaha,manajemen,hingga laporan keuangan. Disamping itu penggunaan teknologi yang modern dan efisien termasuk pemasaran yang kontinyu dan terdokumentasi dengan baik.

Gamal juga menjelaskan untuk strategi optimalisasi diperlukan beberapa keterlibatan para pihak di antaranya Bumdes dalam pemasaran dan penjualan produk, keterlibatan dinas perindustrian dan perdagangan dalam penguatan produksi dan pengendalian kualitas.Keterlibatan Keterlibatan Dinas Koperasi dan UKM dalam penguatan pemasaran melalui keikutsertaan Expo, Pameran, dll. Keterlibatan Dinas Penanaman Modal dalam pencarian calon investor atau pembeli potensial skala besar.

“Keterlibatan Lembaga Jasa Keuangan untuk penguatan permodalan melalui skim-skim kredit yang tepat sasaran,” tegasnya.

Kegiatan yang difasilitasi oleh KPH Dampelas Tinombo Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah dihadiri perwakilan kelompok tani hutan dari Kabupaten Donggala dan Kabupaten Provinsi, Bank Mandiri, Dinas Perindustrian dan perdagangan Sulteng, perwakilan Kesatuan Pengelolaan hutan Kulawi, Banawa Lalundu, hotel jazz, pengusaha cafe dan resto station coffee dan market place roa e-store. (bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here