Ahmad Ali Minta Pemerintah Pulihkan Usahawan Pasigala

0
45

PALU, beritapalu | Merespon pemindahan ibu Kota ke Kalimantan, anggota Komisi VII DPR RI mendesak Pemerintah agar segera memulihkan kegiatan usahawan di Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong (padagimo) agar roda ekonomi kembali tumbuh dan bergerak.

Ahmad M. Ali di tengah para pengungsi bencana. (Foto: Ala)

“Kita tidak bisa memulihkan kegiatan usaha di Padagimo dengan kacamata “wait and see”, atau berdasarkan tahapan, sebab nomenklatur sudah jelas, rehab rekon kembali ke logika belanja modal dan belanja pegawai,” ujar Ahmad Ali.

Menurut Ahmad Ali, stakeholder yang diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi hanyalah para usahawan yang bisa dengan cepat mendorong gerak roda produktivitas.

Sementara kata dia, para usahawan di Padagimo saat ini terhambat oleh masalah kredit.

Apalagi kata dia, metode relaksasi atau penundaan pembayaran kredit adalah kebijakan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bersifat solusi sementara bagi debitur sambil evaluasi usulan kebijakan pemutihan hutang.

Sebab setelah relaksasi pada akhirnya para usahawan akan menghadapi tanggungan kredit yang sama setelah kebijakan penundaan atau relaksasi berakhir. Karena kepastian penghapusan kredit debitur kata dia, belum terjadwalkan.

“Usahawan tidak bisa menunggu seperti logika tahapan tetapi mereka butuh modal untuk menggerakan usaha dan membangun kembali perekonomian,” pungkasnya.

Ahmad Ali berharap Pemerintah segera melakukan bailout kredit usahawan atau memberikan garansi kredit baru bagi usahawan. Sebab, pemulihan usaha di Pasigala sangat menentukan posisi strategis Sulteng dalam perspektif pemindahan ibu kota negara.

Ahmad melihat lambannya proses pemulihan ekonomi di Pasigala ini karena kurangnya akses dan ruang partisipasi sektor swasta yang berisi para usahawan.

“Sampai hari ini masalah masih berputar-putar di tempat, masalah Huntara, data dan sebagainya. Tidak bisa logika begini dipertahankan, harus ada aspek lain yang diakselerasi, dan itu tentu saja kita butuhkan peran serta sektor swasta,” katanya.

Namun sekali lagi bagaimana sektor swasta bisa berkembang kalau Huntara belum dibayar, kredit yang belum jelas, dan akses permodalan yang juga terbatas. (ala/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here