Diendus di Medsos, Gakkum Sulawesi Amankan Penjual Burung

0
187

PALU, beritapalu – Balai Gakkum LHK Seksi Wilayah II Palu Wilayah Sulawesi bersama Seksi Konservasi Wilayah I Pangi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah mengamankan seorang pria berinisial AIY (30 tahun) karena diduga memperjualbelikan satwa burung Red Lory (Eas bornea) yang dilindungi, Rabu (31/7/2019).

Burung Red Lory yang berhasil disita dari tersangka, Rabu (31/7/2019). (Foto: Balai Gakkum LHk Sulawesi)

AIY diamankan di rumahnya di Desa Tinggede, Marawola, Kabupaten Sigi setelah tim Balai Gakkum mengendusnya lewat media social Facebook.

Awalnya diperoleh informasi bahwa ada yang memperjualbelikan satwa burung Red Lory (Eos bornea) di Medsos. Atas dasar informasi tersebut, Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi Seksi Wilayah II Palu melakukan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) dengan cara menyamar sebagai pembeli.

Hasil dari Pulbaket tersebut dilaporkan kepada Kepala Seksi Wilayah II Palu yang kemudian Kepala Seksi melakukan koordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah I Pangi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah dan membentuk tim gabungan untuk mengamankan pelaku.

Tersangka (kanan) sedang diinterogasi oleh penyidik Balai Gakkum LHK Sulawesi, Rabu (31/7/2019). (Fto: Balai Gakkum LHK SUlawesi)

Tim kemudian menuju tempat transaksi yang berada di Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Sesampainya di tempat transaksi, tim langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa enam ekor burung Red Lory (Eos bornea).

Pelaku dan barang bukti yang telah diamankan selanjutnya dibawa ke kantor Seksi Wilayah II Palu Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi untuk dimintai keterangan.

Dari keterangan pelaku diketahui pelaku mendapatkan burung tersebut dari seorang penyalur yang berada di Makassar via media sosial (Facebook). Pelaku membeli burung dari penyalur tersebut seharga Rp150 ribu dari Makassar dan menjualnya seharga Rp200 ribu.

Pada hari yang sama, dilakukan proses penyidikan terhadap kasus tersebut. Penyidik Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi Seksi Wilayah II Palu melakukan koordinasi ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah terkait penangkapan dan penahanan serta melakukan koordinasi ke BKSDA Sulawesi Tengah terkait saksi ahli.

Atas perbuatan tersebut pelaku akan diancam dengan hukuman pidana Pasal 21 ayat (2) huruf a jo pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/ 6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi Dodi Kurniawan SPt MH mendukung langkah yang dilakukan tim gabungan Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi bersama dengan Seksi Konservasi Wilayah I Pangi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah terkait pengamanan pelaku penjualan satwa yang dilindungi khususnya pada kasus ini adalah burung Red Lory (Eos bornea). Kedepan diharapkan semoga dapat menindak pelaku sampaikan kepada aktor intelektualnya, untuk memberikan efek jera bagi pelakunya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here