Warbin Rutan Maesa Dibekali Keterampilan Bercocok Tanam

0
183

PALU, beritapalu | SAMBIL membawa karung goni, Iqra berjalan di pematang menyusuri kebun jagung seluas setengah hektare di Kelurahan Taipa, Palu, Rabu (19/6/2019). Hari itu, ia bersama rekan-rekannya sesama warga binaan (Warbin) Rumah Tahanan (Rutan) Maesa Kelas IIA Palu memang sudah menjadwalkan panen jagung yang ditanamnya tiga bulan lalu.

Sejumlah warga binaan (Warbin) Rumah Tahanan (Rutan) Maesa Kelas IIA Palu memanen jagung di Kelurahan Taipa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (19/6/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Setelah karung-karung itu penuh, kemudian diangkutnya ke sebuah tempat penampungan, tidak jauh dari kebun tersebut.

Iqra tidak cukup puas, karena hasil panen perdana ini tidak begitu banyak. Bukan karena usaha pertanian yang dikelola secara berkelompok itu tidak tumbuh subur atau diserang hama, melainkan karena sebagian dari tanaman jagungnya di makan oleh kambing-kambing yang banyak berkeliaran di tempat itu.

“Berikutnya kami akan memagari kebun ini agar kambing-kambing tidak bisa masuk lagi,” ujarnya singkat.

Meskipun tidak begitu puas dengan hasil panen tersebut, namun pria bernama lengkap Iqra Said yang juga koordinator kelompok usaha pertanian tanaman jagung itu tetap menebar senyumnya.

Paling tidak katanya, dirinya dan rekan-rekannya yang sebelum masuk di Rutan Maesa tidak pernah tahu soal usaha pertanian, dengan kelompok usaha bentukan Rutan itu, dirinya menjadi paham bagaimana memegang cangkul, dan lebih jauh lagi bagaimana mengelola usaha pertanian, terutama bercocoktanam jagung.

Ia berharap, pengetahuan yang diperolehnya itu bisa menjadi bekal ketika saatnya bebas nanti.

Iqra dan rekannya hanyalah salah satu contoh kelompok usaha yang dibentuk oleh Rutan Maesa Palu. Sejumlah kelompok lainnya juga dibentuk pada bidang usaha yang lain.

Kepala Bagian Pembinaan Rutan Maesa Palu, Syamsuddin menyebutkan, di antara bidang-bidang usaha tersebut, keseluruhannya terdiri dari para warbin yang memenuhi syarat. Syarat itu antara lain, warbin bersangkutan sudah menjalani minimal dua per tiga masa hukumannya, juga punya keinginan yang besar terhadap usaha tersebut.

“Satu kelompok usaha terdiri dari lima sapai tujuh orang. Mereka terbagi dalam beberapa bidang usaha, ada yang bergerak di bidang pertanian, peternakan, ada juga pertukangan, termasuk usaha pembuatan batako,” ujarnya di sela-sela panen perdana jagung di Kelurahan taipa tersebut.

Menurut Syamsuddin, inisiatif pembentukan kelompok usaha untuk para warbin itu semakin relevan dengan situasi Kota Palu saat ini yang masih diliputi dengan suasana pascabencana. Bahkan, tak sedikit dari warbin yang ada dalam Rutan tersebut adalah korban langsung bencana dahsyat 28 September tahun lalu.

“Warga binaan yang ada di Rutan Maesa juga merupakan bagian dari korban bencana. Jadi kelompok usaha ini juga merupakan upaya pemberdayaan pascabencana, sekaligus menjadi bekal bagi mereka setelah bebas nantinya,” jelasnya. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here