Reforma Agraria masih Jauh dari Semangat  UUPA 1960

0
370

BUOL, beritapalu | Wakil Ketua PRD Sulteng Muh Ikbal A. Rahim menilai, reforma agraria yang dilaksanakan oleh pemerintahan Jokowi masih jauh dari semangat Undang-Undang Pokok Agaria (UUPA) 1960.

Ilustrasi (Foto: aktual.co)

Penilaian itu terkait belum adanya titik terang pada perjuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Buol atas kedaulatan atas tanah yang dilakukan. Upaya hukum maupun dalam diplomasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Reforma Agaria Jokowi belum seutuhnya menjalankan amanat Undang-Undang Pokok Agaria (UUPA) 1960. Sebab, selama ini kampanyenya massif, tapi realita di lapangan bertolak belakang,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, kasus sengketa Pemda Buol dengan PT. HIP terkait 10.000 hektare adalah bukti kongkrit penerapan reforma agaria Jokowi. Negara menurutnya lebih berpihak pada korporat perkebunan sawit.

Menurutnya, semangat UUPA 1960 adalah distribusi kepemilikan tanah yang berkedilan, dimana rakyat mesti memiliki hak minimal dua  hektar.

“Logikanya, tanah adalah syarat petani untuk bisa sejahtera. Hal ini yang ambigu dalam kebijakan reforma agraria pemerintahan Jokowi, akumulasi tanah dalam skala besar ini bukan semangat UUPA, ini semangat kebijakan tanah era kolonialisme Belanda,” sebutnya lagi.

Karena itu ia mendesak Pemerintahan Jokowi untuk melihat secara jernih kasus 10.000 di Kabupaten Buol, jika tidak, kebijakan ini, akan jadi cacat pada Pemerintahan Jokowi, dan perlu di ingat, mayoritas pendulang suara Presiden Jokowi adalah dukungan dari wilayah pedesaan/pinggiran.

Ia juga mendesak Pemda Provinsi Sulteng untuk ambil bagian dalam perjuangan ini, sebab katanya berkaitan dengan kedaualatan Provinsi Sulawesi Tengah. Pilihan Pemda Provinsi hanya ada dua, berdiri pada hak rakyat Buol atau  perkebunan sawit. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here