Pileg 2019: Ajang Pemanasan Mesin Menuju Pilgub Sulteng

0
118
M. Ikbal Ibrahim

Oleh: Muh. Ikbal Ibrahim, S.Pd

SETIAP kontestasi politik selalu melahirkan dinamika politik baru. Sebab, hasil kontestasi akan menjadi rujukan peta kekuatan dan peta pertarungan momentum-momentum politik selanjutnya. Pileg 2019 dalam konteks local Sulawesi Tengah-pun demikian, momentum Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 sangat erat kaitanya dengan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Lahirnya Pemenang Baru

Setelah hampir beberapa dasawarsa belakangan, dominasi partai Golkar seperti tak tertandingi. Partai berlambang pohon beringin itu, selalu menjadi partai yang berhak -memegang palu sidang DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Dominasi yang bertahan cukup lama ini, di geser oleh Partai Nasdem yang baru dua kali berkontestasi di Pileg.

Hasil ini tentu bukan tanpa sebab, jika menoleh  ke belakang, dalam kurun waktu lima tahun terakhir-sejak Pileg 2014, Nasdem cukup aktif dalam membangun partainya. Dengan di nahkodai oleh tokoh sekaliber Ahmad Ali, ditambah resource partai yang aktif di segala lini, tak mengherankan jika atribut “pemenang” itu layak di raih Partai Nasdem.

Dari total pemilih Sulawesi Tengah yang berjumlah 2.070.458 orang, pemilih yang menggunakan hak pilihnya adalah 1.637.412 pemilih. Namun, jika di kurangi suara tidak sah, ada total 1550.324 jumlah suara sah. Partai yang “Berjaya” dan menempati posisi pertama adalah: Partai Nasdem dengan total suara 271.513, menyusul posisi kedua adalah partai Gerindra dengan total suara 206.117, dan urutan ketiga di tempati oleh Partai Golkar dengan perolehan 194.712 suara. (Kompas/14 Mei 2019).

Untuk konfigurasi perolehan kursi DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari total 30 kursi yang di perebutkan, tiga besar masih diraih oleh Partai Nasdem, Golkar dan Gerindra. Dimana Nasdem memperoleh 7 Kursi dan terpastikan memegang pucuk pimpinan  Ketua DPRD Provinsi Suteng. Urutan kedua adalah Partai Golkar yang meraih 7 kursi (selisih suara) dengan Nasdem, dan berhak di posisi Wakil Ketua 1. di tempat ketiga, Partai Gerindra meraih 6 Kursi berhak menduduki posisi Wakil Ketua 2.

Apresiasi dan pengakuan layak di sematkan pada Partai Nasdem. Pileg 2019 adalah pengalaman kedua, jika di banding dengan Partai Golkar yang sejak “orde baru” dan Gerindra yang sudah 3 kali mengarungi momentum electoral-serta di pimpin oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Peta perolehan suara ini tak dapat di anggap “angin lalu”, karena prestasi ini adalah buah proses panjang dan ketekunan membangun kerja politik selama lima tahun (baca: tidak momentual).

Ada beberapa factor penting yang dapat di jadikan bahan analisis. Pertama, Partai Nasdem memiliki struktur yang kuat dan rapi baik di Provinsi sampai ketingkatan Desa. Kedua, Kerja-kerja Ormas Partai sektoral seperti ormas buruh, petani, mahasiswa, perempuan, pemuda dan hukum yang terus berkonsolidasi. Ketiga, sepengetahuan penulis, hanya Nasdem dan PDIP yang membangun badan pendidikan Partai, tugasnya adalah menyiapkan pengajar-pengajar di Partai yang akan membangun kerja ideologisasi kader dan anggota partai. Keempat Nasdem konsisten dan berhasil dalam mendorong ideology “Restorasi’-serta jargon-jargon menarik dalam segala aktivitas kepartaian-baik di struktur partai, badan partai, ormas, dan badan pendidikan partai. Slogan-slogan seperti: “Restorasi”, “Politik Tanpa Mahar”, dan “Revolusi Biru” cukup massif membangun opini dan elektabilitas partai.

Jika melihat kedalam, tak mengherankan Nasdem lekat dengan kerja-kerja Ideologis. Sebab, Partai tersebut diisi oleh kelompok-kelompok aktivis (baca: lintas sektoral) yang mahir dalam menaganilisi situasi politik, dan paham membangun partai yang kuat secara ideologis.

Partai modern memang mesti merestrukturisasi diri, tuntutan politik kontemporer mengharuskan partai berdialektika dengan arus zaman. Sebab, partai politik tak melulu soal transaksional, pragmatisme, dan lain-lain. Partai harus memiliki dasar ideology yang jelas (baca: moderat). Sebab, Ideologi akan menuntut kehidupan partai. Esensinya adalah Partai modern mesti memiliki “struktur ideologis”, dan tradisi ini dilakukan oleh Partai Nasdem di Sulawesi Tengah.

Pileg Cita Rasa Pilgub

Pileg 2019 di Sulawesi Tengah, adalah pra-kondisi untuk babak kontestasi selanjutnya. Ada momentum yang tak kalah menarik di banding pileg, yakni Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulteng 2020. Tentu, secara matematika politik, syarat-syarat atas Pilgub telah di mulai sejak Pileg yang baru saja berlalu.

Kenapa demikian? Karena rentan waktu antara Pileg dan Pilgub sangat mepet. Belum cukup waktu untuk rehat, kontestan akan berhadap dengan medan pertarungan lain yang lebih seru dan menarik. Lantas, kekuatan politik mana yang akan memanen dan berpotensi keluar sebagai pemenang?

Setidaknya ada beberapa factor dan syarat-dapat dijadikan indicator siapa yang paling tidak diuntungkan dari Pilgub kali ini. Factor-faktor tersebut adalah:  Pertama, Partai pemenang Pileg di Sulawesi Tengah yakni Nasdem memenuhi unsur tersebut. Kenapa pemenang Pileg erat kaitanya dengan Pilgub, sebab mesin yang di panaskan sejak Pileg dalam hal ini struktur Partai, relawan, dan wadah-wadah lainya masih antusias sejak memenangkan Pileg.

Faktor kedua, Mungkin dari sekian banyak Parpol di Sulawesi Tengah, baru Nasdem yang sejak dini mulai memastikan figure yang akan di tokohkan di Pilgub. Factor lainya adalah hampir di beberapa daerah akan melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah, dan hasil Pileg membuktikan mayoritas Kabupaten Nasdem dapat merebut unsur pimpinan di tiap Kabupaten.

Sebagai penutup, sekalipun ini bukan keniscayaan, dan masih dapat berubah konfigurasinya. Penulis hendak mencoba meneropong pada tiga besar pemenang Pileg di Sulawesi Tengah. Partai itu yakni Nasdem, Golkar dan Gerindra. Jika kita hendak meraba-raba sejak dini maka tiga dari pemenang ini, jika mampu membangun koalisi baik antara: Nasdem-Golkar, Nasdem-Gerindra atau Gerindra Golkar, sepertinya pertarungan akan dimenangkan sejak dini. Mari kita nantikan peta politik koalisi menuju Pilgub kedepanya.

*) Sekretaris Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Sulawesi Tengah, Wakil Ketua PRD Sulteng

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here