Penelusuran Budaya dan Potensi Bencana Danau Poso Dimulakan

0
104

POSO, beritapalu | Mulai Kamis, 16 Mei  hingga 22 Mei 2019, sebuah perjalanan menyusuri potensi bencana di jalur sesar Poso Barat di sebelah barat Danau Poso dimulai.

Ekspedisi Poso di Danau Poso,Senin (20/5/2019). Ekspedisi yang melibatkan multidisiplin ini akan menguak keragaman budaya dan potensi bencana diPoso. (Foto: istimewa)

Perjalanan ini dilakukan oleh para budayawan, tokoh adat Poso, pegiat lingkungan bersama-sama dengan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu yang tergabung di tim Ekspedisi Poso. Para ilmuwan ini antara lain berlatar belakang geologi, arkeologi, palaentolog, biologi, teologi.

Perjalanan Ekspedisi Poso yang pertama ini menurut ketua tim Ekspedisi Poso, Lian Gogali, dilakukan dengan menelusuri keanekaragaman, alam, budaya dan potensi bencana yang dilintasi sesar Poso Barat. Desa-desa yang ditelusuri yaitu Desa Tindoli, Tolambo, Tokilo, Pendolo, Korobono, Pasir Putih , Pandayora, Mayoa, Uelene, Bance, Panjo, Padamarari, Taipa, Owini, Meko, Salukaia, Toinasa, Tonusu, Leboni dan Buyumpondoli .

Yang menarik, dalam Ekspedisi Poso ini menurut Lian adalah kolaborasi  pengetahuan dan pengalaman diantara akademisi dengan berbagai latar belakang ilmu dengan masyarakat yang memiliki pengetahuan lokal. Karena itu, bukan hanya meneliti material tanah, batu, air , mahluk hidup danau dan vegetasi tanaman serta fenomena alam yang terjadi di sekitar desa tapi juga cerita rakyat.

“Ini adalah perjalanan yang bukan hanya berisi para ilmuwan tapi juga ada kolaborasi dengan pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat setempat”katanya. Hal sama juga disampaikan Hery Yogaswara, seorang antropolog, tim ahli Ekspedisi Poso.  Menurut dia, pengetahuan lokal penting menjadi bahan pengetahuan untuk mengetahui bencana dimasa lalu.  Hery menyebut, salah satu tantangan tim Ekspedisi Poso nantinya adalah menyusun tulisan mengenai kearifan lokal masyarakat khususnya yang bermukim di pinggiran danau Poso.

Ekspedisi Poso dilakukan untuk memperkuat mitigasi bencana paska bencana dahsyat gempa bumi yang disusul tsunami, likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala serta berdampak sampai ke Parigi Moutong.  Data Pusgen menunjukkan dari 48 sesar aktif yang melintang di sulawesi tengah, 3 sesar yakni Sesar Tokararu, Sesar Poso dan Sesar Poso Barat menggaris di kabupaten Poso. Beberapa gempa besar terjadi kurun 5 tahun terakhir. Yang terakhir gempa berkekuatan 5,7 SR pada 24 Maret 2019 lalu yang sumbernya dari sesar Poso Barat disekitar desa Toinasa. Selanjutnya gempa-gempa lebih kecil terus terjadi hingga saat ini terutama di desa Pendolo, Owini dan Taipa, semuanya ada di kecamatan Pamona Selatan dan Pamona Barat.

Saling berbagi pengetahuan menjadi salah satu sebab mengapa perjalanan ini penting dilakukan. Khususnya berbagi pengetahuan tentang bencana. Sejumlah warga desa Meko kecamatan Pamona Barat mengatakan mereka baru mengetahui kalau wilayah mereka dilintasi sesar yang aktif. Cristian Bontinge, tokoh adat Pamona mengatakan baru mengetahui istilah Sesar dan Sesar adalah salah satu penyebab gempa bumi.

Beberapa akademisi yang ikut dalam ekspedisi ini antara lain Abang Mansyursyah Surya Nugraha Ph.D, kepala progrgam studi Geologi Universitas Pertamina Jakarta,  Dr Herry Yogaswara ( Kepala Litbang Kependudukan LIPI), Dr Burhanudin (Ikatan ahli Geologi Indonesia), Dr Asyer Tandampai (teolog, STT GKST), Dr. Tirza Meria Gunda ( akademisi Universitas Sintuwu Maroso), Dr Ita Mowidu (akademisi Universitas Sintuwu Maroso Poso), Neni Muhidin (pegiat literasi bencana), Iksam Djorimi (arkeolog, wakil kepala museum Sulteng), Drs Abdullah MT (akademisi Universitas Tadulako), Reza Permadi (Ketua Geosaintis Muda Indonesia, Pendiri Geowisata), Neneng Susilawati (peneliti), Resti Samyati (Palaentologist, Universitas Pertamina), Rahman Hakim (Ikatan Ahli Geologi Indonesia).

“Hasil penelusuran tim ekspedisi Poso dalam bentuk dokumen akan diserahkan kepada Pemda Poso , pemerintah desa termasuk masyarakat umum untuk bisa digunakan dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan” pungkas Lian. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here