KPU Palu Mulai Lipat Surat Suara untuk Pemilu

0
109

PALU, beritapalu | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palu mulai melakukan pelipatan surat suara. Pelipatan suara yang melibatkan sekitar 120 tenaga kontrak itu dilakukan di dua tempat, yakni di Kantor KPU Palu sendiri dan di gedung GOR Siranindi.

Ketua KPU Palu, Agussalim Wahid (kanan) memberikan pengarahan kepada tenaga kontrak sebelum dilakukan pelipatan surat suara di Kantor KPU Palu, Selasa (2/4/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Ketua KPU Palu, Agussalim  Wahid menyebutkan, pelipatan surat suara itu dilakukan setelah surat suara dari KPU Pusat tiba pada 30 Maret lalu.

Agussalim menyebutkan, proses pelipatan surat suara itu  ditargetkan selesaipaling lambat 5 April mendatang.

“Pelipatan surat suara ini harus selesai secepatnya, karena kami juga dibatasi waktu untuk melakukan klaim jika ternyata ada surat suara yang rusak,” jelas Agussalim di sela-sela pelipatan surat suara tersebut.

Hingga Selasa, proses pelipatan sudah menyelesaikan surat suara untuk pemilihan presiden (Pilpres). Selanjutnya adalah pelipatan surat suara untuk pemilihan legislator (pileg), termasuk melakukan sortir untuk formulir C6 atau Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara kepada Pemilih.

“Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan sesuai rencana sehingga jika ada surat suara yang rusak dapat segera kamiklaimke pusat,” harapnya.

PEMILU DI PENGUNGSIAN

Menyinggung soal pelaksanaan pemungutan suara bagi korban bencana, Agussalim menjelaskan, akan dibuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di hunian sementara (Huntara) yang sudah ditempati oleh para pengungsi.

Sejumlah tenaga kontrak melipat surat suara di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/4/2019). (Foto:bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Kecuali di Kelurahan Balaroa yang saat ini masih berada di tenda-tenda pengungsian, ia mengatakan tidak ada TPS dibuat di tenda pengungsian tersebut. Para pemilih dapat menyalurkan suaranya di TPS-TPS hunian sebelumnya atau di sekitar lokasi bencana yang sudah ditetapkan.

“Kita sudah melakukan sosialisasi kepada para pengungsi di tenda-tenda pengungsian itu,” tambahnya.

Bagi pemilih yang sebelumnya berpindah kelurahan karena bencana tersebut, Agussalim menyebutkan, akan memberi pilihan juga, apakah tetap akan pulang ke TPS di hunian sebelumnya, atau pindah ke TPS terdekat.

“Bagi mereka yang memilih pindah menyalurkan hak suaranya juga dapat diakomodir dengan mengisi formulir H5 yang sudah kami siapkan di kantor KPU,” jelasnya.

Hingga kini, jumlah pemilih di Kota Palu yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sejumlah lebih dari 200 ribu orang. Namun menurutnya, angka pastinya akan diumumkan setelah penetapan perubahan DPT dalam waktu dekat ini. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here