Pelanggaran APK di Palu Capai 647 Kasus

0
141
Sejumlah perwakilan media dan organisasi kemasyarakatan mengikuti Sosialisasi Pengawasan Pemilu yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palu, di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (11/3/2019). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/ama.

PALU, beritapalu | Jumlah pelanggaran yang terjadi selama proses persiapan pemilihan presiden dan pemilihan calon legislator di Kota Palu per awal Maret 2019 mencapai 647 kasus.

Dua pelanggaran terkecil terkait menyangkut masalah administrasi dan masalah yang bisa berujung ke tindak pidana. Kasus mayoritas adalah pelanggaran Alat Peraga Kampanye (APK).

“Macam-macam bentuk pelanggaran APK ini, mulai dari pemasangan tidak pada tempatnya, hingga APK yang tidak sesuai dengan aturan,” ujar Ketua Badan Pengawasa Pemilu (Bawaslu) Bawaslu Kota Palu, Ivan Yudharta usai kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu kepada Media dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Palu, Senin (11 Maret 2019).

Ivan mengaku, pihaknya kerap kali mengalami kesulitan dan memproses setiap laporan dari warga yang masuk terkait dengan pelanggaran itu.

“Pelapor kadang-kadang enggan menjadi saksi, sehingga sulit bagi kami memprosesnya karena unsur saksi ini tidak ada,” ujarnya. Karenanya ia berharap, selain melaporkan jika ditemukan adanya pelanggaran dalam pemilu itu tidak saja dilaporkan tetapi juga dibarengi dengan kesediaan untuk menjadi saksi.

SOSIALISASI

Sementara itu, Bawaslu Kota Palu menggelar Sosialisasi tentang pengawasan Pemilu kepada Media dan Ormas. Sosialisasi ke segmen media dan ormas itu menurut Ivan penting dilakukan agar seluruh mekanisme pengawasan sesuai yang diamanatkan  undang-undang juga dipahami oleh media dan ormas.

Sosialisasi itu juga ditandai dengan kegiatan diskusi yang menghadirkan tiga pembicara, yakni Ketua Bawaslu Kota Palu Ivan Yudharta sendiri, Akademisi Untad Asrifai, dan Koordinator Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Wilayah Sulawesi Ridwan Lapasere.

Diskusi itu mengulas berbagai hal tentang mekanisme pengawasan dalam pemilu, pemilu dalam perspektif akademis, dan peran media di dalamnya.

Puluhan perwakilan media dan ormas hadir dalam kegiatan sosialisasi bedurasi hampir tiga jam tersebut. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here