Digelar Forum Deseminasi Kualitas Air dan Wash Assesment Pascabencana

0
116

PALU, beritapalu | Fakultas Teknik Untad bekerjasama dengan Badan kesehatan Dunia (WHO) dan Dinas Kesehatan Sulteng menginisiasi pelaksanaan forum diseminasi hasil Montioring kualitas air dan wash assessment pengungsian dan fasilitas kesehatan pascabencana di Sulteng.

Palu, Central Sulawesi, Indonesia (February 7, 2019) – Two children affected by the earthquake awaited the water supply in the public toilet facilities in the Duyu Refugee Camp, Palu, Central Sulawesi, Indonesia, Thursday, February 7, 2019. More than 100,000 refugees currently still survive in tents because temporary shelter prepared by the government has not been completed. Of the 700 temporary shelter units with a capacity of 12 families each unit, there are around 300 units that can be occupied. The local government is targeting the temporary shelter to be completed by the end of March 2019. Meanwhile, refugees who are still in tents since the earthquake on September 28 2018 then live in shortages, ranging from lack of food ingredients, to the difficulty of getting clean water. Not only that, a number of refugees have begun to be attacked by diseases (Photo by Basri Marzuki/bmzIMAGES)

Forum diseminasi itu dibuka Sekprov Sulteng, Hidayat, Rabu (6 Maret 2019) dan diikuti parapihak.

“Forum ini memaparkan desiminasi hasil monitoring Assesment Kualitas Air di Pengungsian maupun Fasiltas Kesehatan seperti rumah sakit dan Puskesmas pasca bencana yang telah dilakukan beberapa waktu lalu,” kata Ketua Panitia, Andi Rusdi.

Melalui forum ini jelas Andi Rusdi, diharapkan bisa dirumuskan program maupun rencana kerja guna mengontrol kualitas air yang berada di daerah bencana. Salah satu kendala yang dihadapi pascabencana katanya adalah penyediaan air bersih ke daerah pengungsian maupun masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Sulteng Reni Lamdjido menyebutkan, masa transisi darurat bencana saat ini harus lebih waspadai, terutama kualitas air maupun sanitasi lingkungan. Karenanya ia berharap di forum tersebut muncul masukan-masukan agar tidak terjadi penyebaran penyakit.

Sekprov Hidayat mengapresiasi dilaksanakannya forum tersebut. Katanya berharap, hasil diseminasi tersebut dapat disebarluaskan agar tahu dan berbuat untuk pencegahan..

Menurut Hidayat, pengawasan sangat diperlukan untuk memastikan deteksi dini terhadap wabah penyakit yang menjadikan air sebagai vektornya sekaligus memelihara kualitas air dan manajemen wash itu sendiri.

Ia juga berharap agar diseminasi tersebut dapat membantu menyelaraskan arah kebijakan pemerintah pusat dan daerah tentang penyediaan air minum yang terjaga kualitasnya dan manajemen wash, serta rencana aksi yang mesti diimplementasikan dengan secepat mungkin. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here