Warga Diharap Patuhi Zona Rawan Bencana

0
410

PALU, beritapalu | Warga yang rumahnya masuk dalam Zona Rawan Bencana (ZRB) diharapkan patuh dan bersedia direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo (kedua dari kiri) bersama Ketua Satgas PUPR Arie Setiadi (ketiga dari kiri) melihat langsung lokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Kelurahan Duyu, Palu, Senin (25/2/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Demikian  antara lain harapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo saat memimpin Rapat Koordinasi penanganan bencana Sulteng  di ruang kerja Gubernur Sulteng, Senin (25 Februari 2019).

Kepatuhan seperti itu  penting kata Doni, karena yang namanya bencana tidak bisa diperkirakan dan pemerintah harus melakukan antisipasi jika bencana itu terulang kembali.

“Bencana tidak bisa diprediksi, tapai kalau datang lagi, jangan sampai ada korban lagi,” tegasnya.

Dalam  Rakor itu,  Doni juga mendapat laporan bahwa pematokan wilayah yang masuk ZRB  itu sudah dilakukan, terutama di area bencana likuifaksi. Kecuali bencana tsunami, hingga saat ini  progressnya baru sekitar 55 persen atau baru mencakup 39,7 kilometer dari 71 kilometer garis pantai. Sisanya akan diselesaikan hingga 28 Februari 2019.

Bagi warga yang kediamannya yang masuk ZRB tersebut, pemerintah akan merelokasinya ke sejumlah tempat yang aman. Di Palu, beberapa lokasi sudah disiapkan  seperti di Tondo, Duyu, dan beberapa tempat lainnya.

Begitu pula di Sigi, juga sudah disiapkan beberapa tempat, salah satunya di Pombewe. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here