Tim Ekspedisi Poso Telusuri Jejak Peristiwa Alam Masa Lalu

0
213

POSO, beritapalu | Sebuah tim yang akan menelusuri jejak peristiwa alam di masa lalu dibentuk, namanya Tim Ekspedisi Poso. Tim ini terdiri dari sejumlah organisasi di antaranya Institut Mosintuwu, Perkumpulan SKALA, STT GKST Tentena, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Sinekoci, Nemu Buku, Komda Alkhairaat Poso serta National Geographic Indonesia.

Tim Ekspedisi Poso usai deklarasi di Tentena, Jumat(22/2/2019). (Foto: Institut Mosintuwu)

Kehadiran tim Ekspedisi Poso itu setelah direkomendasikan dalam Forum Budaya di Festival Mosintuwu  3 – 5 Desember 2018 lalu yang diorganisir oleh Aliansi Penjaga Danau Poso, sebuah komunitas masyarakat yang terdiri dari para petani, nelayan, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Tentena.

Rekomendasi ini dibicarakan kembali dalam pertemuan masyarakat dan para ahli dari berbagai disiplin ilmu seperti geologi, arkeologi, antropologi, sosiologi dan teologi 21 – 22 Februari 2019 di Dodoha Mosintuwu.

Lian Gogali, salah seorang ketua tim Ekspedisi Poso menyebutkan, selain menggali sejarahnya, tim juga akan menelusuri Laolita atau cerita-cerita dongeng Poso serta Kayori atau syair yang menceritakan sebuah peristiwa alam di masa lalu dan bagaimana menghadapinya.

Bukan hanya melakukan penelitian ke beberapa titik di desa-desa yang diidentifikasi pernah mengalami bencana, tim juga akan melakukan kajian atas rencana kontingensi dan melihat kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Nantinya laporan tim ekspedisi ini akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai model pembangunan yang mempertimbangkan kearifan lokal dan peristiwa alam di dalamnya,” kata Lian.

“Kami tidak tahu bahwa di bawah bumi yang kami pijak ini ada sesar” ujar Christian Bontinge, seorang tokoh adat Pamona, Poso.

“Bahkan, kami tidak tahu apa itu sesar dan hubungannya dengan gempa bumi” sambungnya.

Karena itu, lanjut Christian yang juga anggota Aliansi Penjaga Danau Poso, pengetahuan atas lapisan bumi dan peristiwa alam perlu menjadi milik masyarakat untuk menyusun kesiapsiagaan bencana.

Tim ekspedisi Poso yang terdiri dari anggota masyarakat Poso dan para ahli akan memulai perjalanannya di bulan Maret 2019 dan diharapkan sudah bisa memberikan hasil ekspedisi pada akhir tahun 2019.

Data dari Pusat Studi Gempa Nasional menyebutkan ada 48 sesar aktif di Sulawesi dimana tiga di antaranya menggaris di bawah tanah Poso yakni Sesar Poso, Sesar Tokararu dan Sesar Poso Barat. Hal ini menyebabkan wilayah Kabupaten Poso sangat sering mengalami gempa.

Berkaca dari bencana dahsyat tanggal 28 September 2018 di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi, dirancang Ekspedisi Poso yang akan menyusuri desa-desa yang dilalui Sesar Poso Barat yang membentang di sebelah barat Danau Poso. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here