Ini Hasil Rapat Finalisasi Data Korban Bencana Padagimo

0
239

PALU, beritapalu | Pemprov Sulteng bersama pihak terkait menggelar rapat finalisasi data dan informasi korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (2 Januari 2019).

Palu, Central Sulawesi, INDONESIA (January 1, 2019): Residents pass in the former land liquefaction area in Balaroa Village, Palu, Central Sulawesi, Indonesia, Tuesday (1/1/2019). The local government banned residents from reusing the former liquefaction area because it was included in the disaster “Red Zone”. The government will also make the area a memorial park to mark the biggest disaster of liquefaction in the world that claimed thousands of lives on September 28, 2018. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Rapat itu dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola didampingi Ketua DPRD Sulteng Aminuddin Ponulele, Sekdaprov Hidayat Lamakarate serta Ketua Satgas PUPR Arie Setiadi.

Sebelumnya, Gubernur telah menetapkan SK nomor 360/006/BPBD-G-ST/2019 tentang penetapan data korban bencana alam gempa bumi tsunami dan likuifaksi tahun 2018 dan surat permohonan bantuan kepada kepala BNPB RI untuk realisasi pemberian dana stimulan berdasarkan data by name – by adres.

Data korban jiwa yang meninggal di kota Palu sebanyak 2.141 orang, Sigi 289 orang, Donggala 212 orang, dan Parigi Moutong 15 orang atau dengan total korban jiwa meninggal 2.657 orang, hilang 667 orang, tak teridentifikasi 1.016 orang, sehingga keseluruhannya berjumlah 4.340 orang.

Sementara data kondisi rumah rusak ringan di Palu 17.293, sedang 12.717 berat 9.181 hilang 3.673. total 42.864. Kabupaten Sigi rusak ringan 10.612, sedang 6.480, berat 12.842, hilang 302, atau total 30.236 rumah.

Kabupaten Donggala rusak ringan 7.989 rumah, sedang 6.099, berat 7.215, hilang 75 atau total 21.378 rumah. Di Kabupaten Parigi Moutong rumah rusak ringan 4.191, sedang 826, berat 533, atau total 5.550 rumah.

Dalam rapat koordinasi tersebut dibahas dan disepakati tentang hak mendapatkan hunian sementara, hunian tetap, dana stimulan, jaminan hidup, dan santunan duka oleh Walikota Palu, Bupati Sigi, Bupati Donggala serta Bupati Parigi Moutong .

Selain itu, ditetapkan pula enam poin utama pendataan yang hasilnya akan dibawa pada pertemuan dengan Wakil Presiden yang berkunjung ke Sulteng dalam waktu dekat ini.

Ke enam data tersebut mencakup, Pertama; data warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam dan masuk zona merah dibuktikan dengan surat kepemilikan atau surat keterangan dari pemerintah setempat. Data ini dibutuhkan  untuk mendapatkan hak hunian sementara dan hunian tetap serta mendapatkan jaminan hidup selama 60 hari sejak menempati hunian sementara.

Kedua, warga yang rumahnya mengalami rusak berat dibuktikan dengan surat kepemilikan atau surat keterangan pemerintah setempat dan surat keterangan dari tim asesmen berhak mendapatkan hunian sementara dan dana stimulan sebesar 50 juta serta mendapat jaminan hidup selama 60 hari sejak menempati hunian sementara

Ketiga, masyarakat yang rumahnya mengalami rusak sedang dan rusak ringan dibuktikan dengan surat kepemilikan atau surat keterangan dari pemerintah setempat dan surat keterangan dari tim asesmen berhak mendapatkan dana stimulan masing-masing maksimum Rp25 juta untuk rusak sedang dan maksimum Rp10 juta untuk rusak ringan.

Keempat,warga yang berhak mendapat hunian tetap atau dana stimulan adalah pemilik rumah atau salah seorang ahli warisnya dengan ketentuan bahwa setiap pemilik rumah hanya mendapatkan 1 unit hunian tetap atau mendapat dana stimulan untuk 1 unit rumah

Kelima, ahli waris yang mendapatkan santunan duka dari pemerintah adalah ahli waris yang kehilangan anggota keluarganya karena meninggal dunia dibuktikan dengan surat keterangan kematian dari pemerintah setempat.

Keenam, warga yang hanya mengontrak rumah tidak mendapatkan fasilitas apapun dari pemerintah.

Pada kesempatan itu pula juga diserahkan data hasil akuisisi pemetaan dasar pemulihan pasca bencana Sulawesi Tengah dari Kepala Pusat Pemetaan Rupa Bumi dan Topomini Badan Informasi Geospasial kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Sigi, Bupati Donggala, Wakil Bupati Parigi Moutong, Sekretaris Daerah Kota Palu, dan ketua Satgas PUPR. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here