Revitalisasi Kampus IAIN Palu Libatkan ADB

0
124

PALU, beritapalu | Perwakilan Bank Pembangunan Asia/Asia Development Bank (ADB) Indonesia meminta konstruksi dan desain pembangunan/revitalisasi bangunan gedung kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, harus tahan gempa.

Perwakilan ADB meninjau kampus IAIN Palu di Pombewe, Sigi, Rabu (23/1/2019). (Foto: istimewa)

“Desain konstruksi pembangunan bangunan gedung IAIN Palu harus tahan gempa,” ucap Senior Staf Perwakilan ADB Indonesia, Sutarum Wiriono.

Hal itu menjadi keharusan, mengingat lokasi pembangunan kampus di Sigi letaknya berdekatan dengan jalur patahan sesar Palu Koro.

Sutarum Wiriono dan Sagaf dari pihak ADB Indonesia, telah mengunjungi dan meninjau langsung kondisi dan lokasi IAIN Palu, kampus II di Desa Pombewe Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Rabu (23/1/2019).

Peninjauan itu, karena IAIN Palu mengajukan proposal revitalisasi/pembangunan perguruan tinggi Islam negeri tersebut dengan dana ADB senilai kurang lebih Rp 365 miliar.

Selain konstruksi bangunan gedung harus tahan gempa, pihak ADB juga meminta kepada IAIN Palu agar mendesain kampus dengan memperhatikan aspek lingkungan/ekologis dan estetika.

“Kampus harus ramah lingkungan, orang-orang dan mahasiswa ketika berada di kampus merasa nyaman dan betah di kampus,” ujar Sutarum Wiriono.

Rektor IAIN Palu Prof Dr Sagaf S Pettalongi mengaku melibatkan ADB lewat pemerintah pusat untuk merevitalisasi kampus IAIN Palu, dan telah disetujui.

Kata dia, berdasarkan rencana kebutuhan IAIN Palu sebelum dan pascabencana, maka diusulkan anggaran senilai Rp365 Miliar.

Hadirnya kampus IAIN Palu di Sigi, menurut dia, akan memberikan dampak positif dalam menunjang upaya pembangunan manusia yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah tersebut.

Karena itu, urai dia, tidak hanya sebagai ikon kampus IAIN Palu di Sigi melainkan juga sebagai penunjang peradaban Islam yang berperan untuk membangun harmonisasi antarumat beragama di daerah itu.

Perguruan tinggi IAIN Palu mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis, baik di masa lalu maupun kini.

Perguruan tinggi itu dapat menjadi benteng peradaban yang menjaga, sekaligus mengembangkan budaya yang ada di Sigi.

IAIN Palu memiliki lahan di Sigi seluas kurang lebih 25 hektare yang dimanfaatkan untuk pengembangan perguruan tinggi tersebut. (mat/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here