Cikal Bakal Peradaban Lembah Palu di Vonggi

0
288

PALU, beritapalu | Vonggi, situs kampung tua yang menjadi cikal bakal sejarah peradaban di lembah Palu, kini tidak lagi terdengar kisahnya. Hanya masyarakat Suku Kaili Tara yang mendiami kaki Bulu (Gunung) Masomba, seperti di Poboya, Kawatuna, Lasoani, Tanamodindi, Bale, dan Vatutela (Tondo), yang sedikit mengetahui kisah kampung tua ini.

Kompleks makam tua di Vonggi. (Foto: Jefrianto)

Budayawan Sulteng, Masyhudin Masyhuda dalam bukunya “Palu Meniti Zaman” menyebutkan, bahwa Vonggi adalah kampung Topotara, yang merupakan tempat asal Pue Nggari.

Sementara itu Etnolog berkebangsaan Belanda, Albert Christian Kruijt, dalam bukunya “De West Toradjas op Midden Celebes”, menulis, Vonggi (Wonggi) sebagai kampung halaman Raja Palu pertama, Pue Nggari. Dirinya menyebut Wonggi (Vonggi) adalah sebuah kampung di pegunungan sebelah timur lembah Palu.

Lebih spesifik ia menyebut Vonggi berada di kawasan perbukitan Marima, yang diidentifikasi dengan banyaknya tumbuhan Volovatu (bambu batu) dan sebuah makam tua yang dinamakan Dayo Mpoluku, yang disebut Kruyt sebagai Madika dari zaman dahulu.

Tim Komunitas Historia Sulawesi Tengah (KHST) pernah melakukan penelusuran tentang keberadaan Vonggi, pada 2017 lalu.

Penelusuran dilakukan di sekitar kawasan situs Dayo Mpoluku, merujuk pada tulisan Kruyt. Situs Dayo Mpoluku sendiri merupakan situs makam tua dari seorang tokoh yang dikeramatkan oleh masyarakat Suku Kaili Tara, yaitu Mantikulore.

Situs Dayo Mpoluku terletak di perbatasan antara Kelurahan Lasoani dan Kelurahan Poboya, di Kecamatan Mantikulore. Situs ini terletak di kawasan perbukitan, yang di sekelilingnya terdapat benteng alam menyerupai pondasi batu.

Di sekitar situs Dayo Mpoluku terdapat ratusan makam tua bernisan batu alam yang belum berukir.

Situs Dayo Mpoluku sendiri, di dalamnya terdapat dua kompleks makam yang ditutupi kelambu kuning. Di pintu gerbang makam, terdapat empat simbol naga. Di dalam kompleks makam ini terdapat dua pohon kamoja, yang diperkirakan berusia ratusan tahun.

Kompleks makam pertama yang berada di sisi kiri pintu gerbang, memiliki nisan batu alam, berbentuk seperti kepala ular dengan balutan kain kuning di nisannya. Di sisi nisan bagian kepala, terdapat sebuah papan nama dari kayu eboni bertuliskan Dewangga. Berdasarkan hasil penelusuran KHST, diketahui Dewangga adalah Tadulako Vonggi.

Di kompleks makam lainnya yang juga diselubungi oleh kelambu kuning, terdapat dua makam. Satu makam dengan nisan batu alam berbentuk seperti kepala ular, dengan payung kuning di kedua sisi nisannya.

Makam tersebut merupakan makam tokoh bernama Mantikulore, yang menurut penelusuran KHST, memiliki nama asli Pajoe Gadera, yang merupakan paman dari Lawegasi Bulava (Pue Nggari).

Dalam De West Toradjas op Midden Celebes, disebutkan Pajoe Gadera merupakan anak dari Sandilana dan seorang pangeran dari tanah Mandar (To Mene). Sandilana sendiri merupakan anak dari Sogo Moloemba, kakek buyut Pue Nggari.

Pajoe Gadera memiliki dua orang saudara yaitu Tondalabua dan Soedoe Bulava, yang merupakan ibu dari Pue Nggari.

Jika di De West Toradjas op Midden Celebes, Kruyt menyebutkan Pue Nggari adalah “pangeran” dari Vonggi yang memutuskan untuk hijrah ke dataran yang lebih rendah yaitu lembah Palu, dapat ditarik asumsi, saat itu kepemimpinan di Vonggi dipegang oleh Pajoe Gadera, pamannya.

Dalam buku tersebut, tidak disebutkan apakah Pajoe Gadera menikah dan memiliki keturunan.

Kondisi bekas kampung tua Vonggi, kini hanya dapat dilihat dari benteng alam yang terdiri dari susunan batu menyerupai pondasi di sekelilingnya, dan sejumlah makam dengan nisan batu alam.

Sebagian makam ada yang menghadap utara-selatan yang merupakan ciri makam Islam dan sebagian menghadap timur-barat, menandakan belum memeluk Islam.

Disinyalir, sebagian penduduk Vonggi yang memeluk Islam, disebabkan karena pengaruh To Mene (Mandar), yang menjalin kontak dengan kampung tua tersebut.

Asumsi berikutnya, sebagian pemeluk Islam di Vonggi, merupakan pengungsi korban penyerangan To Mene (Mandar) di Tamatumpu (Dolo), yang merupakan daerah asal istri Pue Nggari, yaitu Pue Puti.[KabarSultengBangkit/Jefrianto]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here