Pengungsi Keracunan Makanan Sumbangan

0
123

PALU, beritapalu | Puluhan pengungsi anak-anak dan dewasa dilarikan ke rumah sakit Anutapura Palu karena keracunan makanan nasi bungkus sumbangan dari relawan, Sabtu (19 Januari 2019). Mereka berasal dari lokasi pengungsian lapangan Kapsul Kabonena dan lapangan Mister, Tipo.

Salah seorang anak pengungsi mendapat penanganan medis akibat keracunan makanan di Rumah Sakit Anutapura, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/1/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Muria, pengungsi asal Kelurahan Tipo mengatakan sebelum ikut menyantap nasi bungkus tersebut, dia sedang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin oleh tim dokter.

“Saya dapat dua bungkus dan makan bersama cucu. Setelah makan saya pergi mandi. Saat itulah saya merasa pusing, mual-mual dan muntah beberapa kali,” kata Muria di Rumah Sakit Anutapura Palu, Sabtu sore.

Begitupula dengan cucunya bernama Viola. Setelah makan nasi bungkus juga muntah-muntah.  Muria menyebutkan bungkusan terdiri dari nasi putih, ikan suir dan laksa.

“Memang ada aroma bau basi dari makanan itu. Tapi saya dan cucu tetap makan dua bungkus bersama cucu di tenda,” kata Muria lagi.

Pengungsi setempat tidak mengetahui identitas relawan yang menyumbang nasi bungkus dan membagi-bagikannya ke para pengungsi di kedua kamp pengungsian itu.

Koordinator Posko Lapangan Pengungsi Tipo, Olawanti mengaku hanya sempat melihat sebuah mobil jenis minibus warna hitam, berplat B (dinas), namun tidak melihat orang yang menyerahkan nasi bungkus sumbangan tersebut.

“Saya sempat buka itu nasi bungkus tapi karena bau basi, saya tidak makan,” kata Olawanti.

Kepala Kelurahan Tipo Muin Bahar mengatakan ada 146 kepala keluarga yang mengungsi di lokasi tersebut. 21 orang mengalami keracunan terdiri dari anak-anak dan dewasa. Tiga orang dirawat di Rumah Sakit Alkhairaat.

Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD Anutapura Herry Mulyadi mengatakan korban keracunan kini menjalani perawatan di ruang Unit Gawat Darurat.

“Ada pasien yang mulai membaik setelah mendapatkan perawatan. Tapi kita tetap terus merawat dan memantau perkembangan kondisi mereka,” kata Herry Mulyadi.

Herry juga menambah personel medisnya untuk menangani 38 orang yang dirawat di tempatnya. Beberapa relawan medis juga terlihat ikut membantu menangani para korban keracunan makanan tersebut. [KabarSultengBangkit/afd]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here