192 Bilik Huntara di Gawalise Diresmikan

0
119

PALU, beritapalu | Sebanyak 16 unit atau 192 bilik Hunian Sementara (Huntara) yang terletak di Kelurahan Duyu, samping Stadion Gawalise Palu diresmikan pemanfaatannya oleh Gubernur Sulawesi Tengha, Longki Djanggola, Selasa (15 Januari 2019).

Sejumlah pengungsi bersiap memasuki Hunian Sementara (Huntara) Gawalise yang baru diresmikan penggunaannya di Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (15/1/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Peresmian yang ditandai dengan penyerahan simbolis kunci Huntara itu juga dihadiri Kepala Satuan Tugas (satgas) Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi, Sekretaris Kota Palu, Kepala BNPB Sulteng, dan sejumlah pejabat daerah lainnya, tak terkecuali warga calon penghuni.

Setiap unit Huntara yang terdiri dari 12 bilik atau kamar itu akan diisi oleh 12 Kepala Keluarga. Setiap unit pula dilengkapi dengan satu buah dapur umum dan empat kamar mandi dan empat WC umum dan dilengkapi dengan sarana penerangan listrik berdaya 450 Watt untuk 12 bilik.

Selain diperuntukkan bagi pengungsi terdampak gempa di Kelurahan Duyu, sebagiannya juga diperuntukkan bagi pengungsi terdampak likuefaksi di Balaroa.

Gubernur Longki Djanggola berpesan agar para penghuni nantinya menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban.

“Tolong dijaga dengan baik karena untuk kalian juga. Nantinya ada pengelola yang diangkat dari sesama penghuni huntara,” katanya.

Longki juga mewanti-wanti agar tidak ada yang berspekulasi soal peruntukan Huntara tersebut. “Jangan sampai ada yang menyewakannya. Terdaftar atas namanya, tapi yang menempati orang lain karena disewakan. Jangan sampai ini terjadi!” kata Longki mengingatkan.

Sementara itu, Kepala Satgas Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi, mengatakan huntara Gawalise itu masih akan dibenahi, terutama fasilitas pendukungnya.

“Di sini juga akan dibangun pusat kesehatan masyarakat, mushala dan sekolah tingkat PAUD dan sekolah dasar,” sebutnya.

Arie menjelaskan, karena keterbatsan unit Huntara di Gawalise tersebut, maka pengungsi yang akan menghuninya diberi prioritas, yakni mereka yang kehilangan rumah, lansia, sedang sakit dan memiliki bayi.

Beberapa pengungsi mengaku senang dengan selesainya Huntara tersebut. Setidaknya, katanya, tempatnya lebih manusiawi dari pada hidup di tenda-tenda pengungsian. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here