Angin Kencang, Tenda Pengungsi Rusak

0
107

PALU, beritapalu | Sedikitnya 30 keluarga di kamp pengungsian Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah kehilangan tenda karena diterjang angin kencang, Jumat (28 Desember 2018).

Residents affected by the earthquake disaster gathered a scattering of goods which were swept away by windstorm in the Refugee Camp of Duyu Village, Palu, Central Sulawesi, Indonesia, Friday (28 December 2018). At least 30 of 330 family heads in tents in the Refugee Camp lost tents due to windstorm. Previously, residents fled to the place because of the magnitude 7.4 earthquake on September 28, 2018. bmzIMAGES/Basri Marzuki

Angin kencang itu, membuat sejumlah warga, terutama perempuan histeris. Bagaimana tidak, angin kencang itu tiba-tiba menerjang dan menghempaskan tenda-tenda pengungsian yang terletak di tapak bukit tersebut.

Seorang warga menerangkan, angin itu tiba-tiba saja datang dan menerbangkan tenda yang dihuninya. “Seluruh pengungsi keluar dari tenda,” ujar seorang warga, Wilda, Jumat 28 Desember 2018.

Menurut warga, angin berhembus dari arah barat. Jamaah yang baru saja melaksnakan salat Jumat langsung berhamburan keluar. Beberapa di antaranya membantu mengevakuasi warga yang ketakutan di sudut tenda lainnya yang masih utuh.

Setelah cukup tenang, sejumlah warga, terutama yang tendanya rusak mengumpulkan sobekan-sobekan tenda yang telah berserakan. Beberapa warga lainnya mengamankan barang-barangnya yang berhamburan.

Kepala Kelurahan Duyu Nurdin F. Anwar di lokasi kejadian, menyatakan, dirinya telah mengontak Badan PenanggulanganBencana Daerah (BPBD) Kota Palu terkait kejadian itu.

“Setelah dihubungi, mereka (BPBD) langsung ke TKP dan melakukan penanganan,” ujar Nurdin.

Penanganan itu antara lain membantu warga mengumpulkan barang-barangnya, dan juga memperkuat patok penahan tenda. Sementara belum ada kepastian solusi atas 30 tenda yang rusak.

Oleh karena itu, Nurdin meminta agar pemerintah memberikan tenda penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tenda tersebut.

“Kalau tidak ada, yah apa boleh buat, kita minta saja warga yang rusak tendanya untuk menumpang dulu di tenda sekitarnya,” kata Nurdin. (KabarSultengBangkit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here