Akan Ada 18.000 Warga Miskin Baru Pascagempa Sulteng

0
302

JAKARTA, beritapalu | Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang sebelumnya mencapai 6,24 persen dipastikan akan mengalami penurunan drastis sebesar 4,49 persen menjadi hanya 1,75 persen.

Ilustrasi warga miskin di Sulawesi Tengah. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Kutipan data itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, di Jakarta Rabu (19  Desember 2018) sebagaimana juga dilansir kbr.id.

Tak hanya penurunan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi, angka inflasi juga dipastikan akan naik lipat dua dari sebelumnya.

Telah dilakukan koreksi atas tingkat inflasi di Sulteng yang semula hanya 3,65 persen menjadi 10,02 persen pascagempa, yangberati ada kenaikan inflasi sebanyak 6,63 persen.

“Kita lihat pertumbuhan ekonomi akibat bencana alam akan meningkatkan jumlah penduduk miskin baru. Ini ada angkanya sebesar 18.400 jiwa. Sehingga tingkat kemiskinan di Sulawesi Tengah pada 2019 meningkat menjadi 14,42 persen atau mencakup sebesar 438.610 jiwa,” kata Willem di Gedung Graha BNPB.

BNPB memperkirakan, butuh waktu setidaknya tiga tahun untuk secara perlahan menurunkan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah pascabencana itu. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here