Warga Desa Lero-Donggala Kini Akhirnya Nikmati Air Bersih

0
87

DONGGALA, beritapalu | Menjelang sore, lima orang bocah berlarian mendekati sebuah tong penampungan air tidak jauh dari tenda pengungsian di Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Kelimanya nyaris histeria menyaksikan air yang keluar dari pipa yang disambungkan dari pompa air bertenaga panel surya.

Sejumlah warga menyaksikan air bersih yang keluar dari pipa di kamp pengungsi Desa Lero, Donggala. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Kelima bocah itu ternyata “merayakan” kehadiran air yang lebih dari sebulan itu menjadikannya sempoyongan menimba air dari sumur yang jaraknya cukup untuk meluapkan keringat agar bisa mendapatkan segalon atau dua gallon.

Tak bocah itu saja kegirangan dengan air yang muncrat dari pipa itu, sejumlah ibu-ibu dan bapak-bapak juga ikut berkerumun. Sesekali mereka menadah air itu dengan kedua telapak tangannya lalu mengusapkannya ke wajah mereka. Mereka sumringah, setidaknya sebuah kebutuhan urgen dalam melakoni hidup berkurang lagi.

Yah, sore itu relawan yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil #SultengBergerak berhasil menyambungkan pipa air bersih ke kamp pengungsian yang sedikitnya berjumlah 235 Kepala Keluarga di desa itu.

Hampir seluruh pengungsi di di desa itu adalah korban dari gelombang tsunami yang menerjang desa mereka. Rumah mereka ludes tertelan dahsyatnya tsunami. Beberapa di antaranya masih ada yang berdiri, namun tidak layak lagi dihuni karena sejumlah bagian-bagiannya roboh.

Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil #SultengBergerak, Doni Moidady mengungkapkan, sejumlah lembaga nirlaba tergabung dalam koalisi itu. Seluruhnya bertindak untuk mendukung dan mempercepat proses pemulihan bagi korban bencana, baik gempa bumi, tsunami, maupun likuifaksi.

Dalam hal penyediaan air bersih, lembaga dalam koalisinya yang concern untuk itu adalah Greenpeace Indonesia. Lembaga ini tak sekadar mensupproting ketersediaan air bersih bagi warga yang terdampak bencana, tetapi sekaligus melakukan edukasi tentang energi terbarukan.

“Kami mengusahakan air bersih dengan memanfaatkan pompa air namun berbasis tenaga matahari atau panel surya, sehingga tidak perlu tergantung dengan tenaga listrik yang memang sulit pada kondisi pascabencana begini,” ujar Wan Abu, koordinator relawan Greenpeace Indonesia di Palu.

Panel surya yang disuplai dari Jakarta itu dirakit sedemikian rupa dengan melibatkan para relawan Greenpeace Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Setelah melakukan pemetaan dan assessment, kita menetapkan dua titik penyediaan air bersih berbasis panel surya ini, yakni di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupatens Sigi, dan satunya lagi di Desa Lero, Donggala ini,” ungkapnya.

Di Desa Lero, instalasi penyediaan air bersih itu dilakukan memanfaatkan pompa air yang sebelumnya sudah ada namun tidak berfungsi lagi. Pompa air itu diperbaiki, termasuk membersihkan bak air berukuran 3 meter x 3 meter x 2 meter untuk penampungan air bagi warga sekitarnya.

Bak dan pompa air yang posisinya bersebelahan dengan rumah Kepala Dusun Pompaya Herman di desa itu diset sedemikian rupa, termasuk menempatkan solar panel untuk menggerakkan pompa air.

Hanya dibutuhkan dua hari untuk memasang panel surya yang rangkanya terbuat dari besi itu. Sisanya hanya melakukan penyetelan, termasuk menyambungkan energi yang tersimpan dalam baterai itu ke pompa air.

“Ini sangat mendukung, apalagi matahari di palu cukup terik dan itu sangat bagus untuk penyerapan energi ke baterai,” ujar Qiwink, salah seorang relawan Greenpeace Indonesia yang turut membantu perakitan panel surya tersebut.

Air yang tertampung di bak besar itu selanjutnya dialirkan melalui pipa-pipa  sepanjang lebih kurang 100 meter ke kamp pengungsian yang berada di bukit.

“Bagaimana…? Sudah siap…?” teriak Wan Abu melalui handy talkie di genggamannya.

“Oke, siap yah, ON!” jawab Memed dari balik handy talkie itu.

Seketika air keluar dari pipa.

“Alhamdulillah,” ujar Kepala Dusun Pampayo Herman.

“Terima kasih kepada #SultengBergerak, terima kasih kepada Greenpeace Indonesia yang sudah membantu kami dalam penyediaan air bersih ini. Ini sangat membantu kami, kami tidak lagi harus berjalan jauh untuk mengambil air. Semoga air bersih dengan tenaga panel surya ini bisa digunakan untuk kami, terutama kami yang menjadi korban tsunami,” ujar Herman.

Tak berselang lama, warga pengungsi pun membawa embernya-masing-masing untuk mendapatkan air bersih dari sumber itu. (afd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here