#SultengBergerak: Huntara Jangan Abaikan Kelompok Rentan

0
179

PALU, beritapalu | Koordinator #SultengBergerak Doni Moidady mengingatkan pemerintah, terutama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar dalam pembangunan Hunian Sementara (Huntara) agar tidak mengabaikan kelompok penyintas yang rentan. Kelompok rentan itu antara lain penyandang disabilitas, perempuan, dan anak.

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/11/2018). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 1.200 unit Huntara bagi korban gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi, dan Donggala dan ditargetkan telah dapat dihuni pada Desember atau sebelum Natal tahun ini. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

“Meskipun dalam kondisi yang serba terbatas, kita tidak boleh mengabaikan kepentingan-kepentingan kelompok rentan itu. Mereka memiliki kebutuhan khusus yang seharusnya telah disiapkan dengan matang dalam perencanaan pembangunan Huntara yang sedang berlangsung saat ini. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat untuk tinggal di barak-barak itu dalam masa transit ke hunian tetap,” ujar Doni, panggilan akrab Doni Moidady.

Doni Moidady (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Ia mengungkapkan, saat ini relawan #SultengBergerak sedang mengerjakan beberapa aktivitas seperti suplai logistik, mengawal beberapa posko pengungsian, juga sedang berlangsung monitoring pembangunan Huntara sesuai SK Pemerintah Kota dan Kabupaten.

“Monitoring ini penting dilakukan guna mengawasi proses pembangunan Huntara yang saat ini sedang berlangsung di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Kami ingin memastikan bahwa shelter yang dibangun benar-benar menjadi solusi bagi korban,” lanjut Doni.

Ia berharap, Huntara benar-benar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuni dan tidak meninggalkan kebutuhan kelompok rentan itu dan terlebih lagi adanya jaminan hidup bagi keberlangsungan jangka panjang para penyintas khususnya mereka yang telah kehilangan pekerjaan pasca bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi.

Seperti diketahui, Kementerian PUPR akan membangun sebanyak 1.200 unit Huntara bagi korban gempa bumi Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. Huntara tersebut ditargetkan dapat menampung 14.400 kepala keluarga (KK).

Hunian itu dibangun berbentuk shelter/barak berukuran 12 x 26,4 meter persegi yang dalam satu barak terdapat 12 bilik, setiap biliknya akan dihuni oleh satu KK. Hunian sementara itu rencananya juga akan dilengkapi dengan fasilitas umum seperti 4 toilet, 4 kamar mandi, septik tank, tempat mencuci, 2 dapur bersama, tempat parkir, dan lahan jemuran beserta listrik dengan daya 450 watt setiap bilik.

Huntara yang sedang dibangun saat ini merupakan tahap pertama, tahap selanjutnya menunggu perkembangan data pengungsi yang masih membutuhkan hunian. Pembangunan tahap pertama ini dimulai November 2018 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2018. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here