DHL Fasilitasi Penyaluran 3.500 Ton Bantuan Untuk Bencana Sulteng

0
103

PALU, beritapalu | Tim Tanggap Bencana atau Disaster Response Team (DRT) dari Deutsche Post DHL (DPDHL) Group, penyedia layanan pos dan logistik terkemuka di dunia telah mengutus 26 relawan DHL untuk menyediakan dukungan logistik selama upaya pemberian bantuan di Indonesia atas permintaan pemerintah melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia) dan Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Bencana ASEAN (AHA Centre).

Operator mempersiapkan barang-barang untuk dikirim ke lokasi bencana di Palu. (Courtesy DP-DHL Group)

Para relawan bersama para anggota PBB memfasilitasi perencanaan dan pengoperasian logistik di seluruh organisasi non-pemerintah (LSM), otoritas bandara dan organisasi militer selama penempatan DRT pertama bagi tim tersebut.

Selama penempatan ini, DRT membantu dalam fasilitasi penyaluran yang lancar dan efisien untuk barang bantuan sebanyak hampir 3.500 ton.

Selama 23 hari, para relawan yang dibagi dalam tiga tim, bekerja tanpa kenal lelah selama rotasi sepanjang minggu untuk mendukung upaya internasional dalam aksi tanggap bencana di Palu, Sulawesi.

Ketika bantuan internasional berdatangan, DRT melakukan koordinasi terhadap upaya dari organisasi publik dan swasta di seluruh perbatasan untuk memastikan kelancaran arus bantuan bagi para korban gempa, serta menjembatani hubungan antara pihak militer dan sipil.

Penempatan ini berakhir pekan lalu ketika Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) mengalihkan fokusnya dari upaya bantuan menjadi upaya pemulihan.

Di lapangan, para relawan terbagi antara pengoperasian di landasan bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, lokasi gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada tanggal 28 September 2018, dan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, yang berfungsi sebagai area pengambilan bantuan yang berdatangan. Sementara tim di Palu diberi tugas untuk membantu mengelola bantuan yang berdatangan untuk distribusi lebih lanjut kepada para korban, para relawan di Balikpapan bertanggung jawab untuk melakukan koordinasi rantai pasokan transportasi bantuan ke Palu.

“Tujuan perusahaan kami adalah menghubungkan orang-orang dan meningkatkan taraf hidup mereka”, tutur Frank Appel, CEO Deutsche Post DHL Group.

“Tim DRT kami terdiri dari para relawan yang terlatih dengan baik, yang menyediakan keahlian logistik untuk membantu melakukan koordinasi terhadap barang bantuan untuk distribusi lebih lanjut kepada para korban secepat mungkin,” imbuhnya.

Carl Schelfhaut, Manajer GoHelp, Asia Pasifik, DPDHL Group mengatakan, penempatan ini tidak seperti yang lainnya, karena DRT mengambil peran unik dalam mengelola transportasi barang bantuan. Barang bantuan yang masuk perlu diangkut dengan feri dari Balikpapan ke Palu, dan palet kosong di Palu harus dikembalikan ke organisasi masing-masing di Balikpapan, maka terdapat kebutuhan untuk koordinator pusat bagi proses ini. Ini akan memastikan bantuan yang tepat akan tiba di Palu pada waktu yang tepat untuk distribusi selanjutnya kepada mereka yang paling membutuhkan.

Ia mengatakan, DRT akan mengatur pengarahan harian dengan organisasi non-pemerintah dan pasukan militer nasional untuk menempatkan bantuan yang tersedia dan mengembalikan palet dengan pesawat yang relevan. Tim ini juga harus melakukan konfirmasi jadwal penerbangan yang sesuai dengan otoritas bandara.

“Kami bangga telah dipercaya untuk menjalankan tanggung jawab penting ini dan kami paling terkesan pada saat penyampaian bantuan kepada para korban gempa yang selamat,” ucapnya.

Agustina Tnunay, Spesialis Logistik Kemanusiaan dari Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Bencana ASEAN (AHA Centre) menambahkan, pusat ini bekerja erat dengan pemerintah dan berbagai organisasi non-pemerintah di bidang penanggulangan bencana dan tanggap darurat.

“Selama upaya tanggap darurat, keahlian DRT dalam mengatasi hambatan di bandara akibat masuknya pasokan bantuan mendadak sangat dihargai. Penempatan terakhir ini menunjukkan bahwa DRT juga dikelola dengan baik dalam menjembatani hubungan militer dan sipil dalam aksi tanggap terhadap bencana alam,” sebut Agustina.

DRT dari DPDHL Group berada di Indonesia sejak 4 sampai 26 Oktober 2018 atas permintaan BNPB dan AHA Centre. Penempatan khusus ini merupakan salah satu yang terlama di wilayah ini hingga saat ini, serupa dengan keterlibatan tim pada tahun 2015 dalam upaya penanggulangan bencana Nepal. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here