Galang Dana, GFJA-PFI Luncurkan Buku Foto Lombok Palu Donggala Rev!val

0
126

JAKARTA, beritapalu | Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) meluncurkan buku foto berjudul Lombok Palu Donggala Rev!val, Jumat (2/11/2018) di Jakarta.

Direktur Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) Oscar Motuloh (kiri) memberikan buku kepada Direktur Keuangan Antara Nina Kurnia Dewi (kedua kiri), Pembawa Acara Najwa Shihab (kedua kanan) dan Kepala Biro Umum Setjen Kemhan Marsma TNI Yusuf Jauhari (kanan) saat peluncuran buku foto “Lombok-Palu-Dongala Rev!val” di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta, Jumat (2/11/2018). PFI bekerja sama dengan Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) meluncurkan buku foto itu yang seluruh hasil penjualannya akan disalurkan untuk beasiswa pendidikan bagi anak-anak usia dini yang terkena musibah bencana alam tersebut. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc

Buku foto setebal 184 halaman dan dimaksudkan untuk penggalangan dana itu merangkum 173 karya visual hasil liputan 38 pewarta foto dari 18 media massa cetak dan kantor berita dalam dan luar negeri.

Kurasinya dilakukan oleh kurator sekaligus Direktur GFJA Oscar Motuloh yang disandingkan dengan dua buah tulisan karya wartawan Kompas AHmad Arif.

“Kami secara spontan melakukan kerja bareng untuk mengembalikan dunia jurnalisme bencana kepada masyarakat yang jadikorban. Makanya kita menggelar peluncuran buku ini dan juga pameran headlines dari teman-teman pers untuk liputan Lombok, Palu, dan Donggala,” ujar Oscar Motuloh di sela peluncuran buku foto itu seperti dikutip dari antaranews.com.

“Tugas profesional pewarta foto itu telah selesai  sejak foto   itu diterbitkan. Tapi kami terkadang seorang pewarta foto tidak hanya terbatas berhenti sebagai seorang profesional. Ada panggilan moral yang mau tidak mau menggerakkan kita menggelar acara ini,” imbuh Ketua PFI Lucky Pransiska.

Paling tidak lanjut Lucky, pewarta foto bisa berbuat sesuatukhususnya juga bagi mereka pewarta foto yang jadikorban, dan di saat yangbersamaan juga harus menjalankan tugasnya.

Buku ini dijual ke publik secara offline di  GFJA dan online melalui IG @guearigaleri dengan harga Rp700 ribu belum termasuk ongkos kirim. Hasilnya akan disalurkan lansgung oleh PFI kepada para keluarga jurnalisyangmenjadi korban di Lombok, Palu, dan Donggala.

Masyarakat juga dapat menyaksikan langsung pameran dengan berita utama atau Headlines koran-koran nasional di GFJA hingga 2 Desember 2018 mendatang.

Pada 28 November mendatang juga akan digelar pelelangan foto-foto yang dipamerkan.

Suasana peluncuran bukufoto “Lombok PaluDongaala Rev!val” di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta, Jumat (2/11/2018). (Foto: Ismar Patrizki)

Sementara itu, seremoni  peluncuran buku foto  itu sempat diwarnai suasana haru ketika Akbar Safari, seorang fotografer yang anggota keluarganya menjadi korban  likuifaksi di Petobo Palu memberikan testimoni di depan undangan yang hadir.

Undangan terhenyak saat Akbar -demikian dia disapa menceritakan pengalaman yang dialaminya ketika bencana itu datang. Dua anaknya, masing-masing Aldo dan Rachel hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

“Ada yang melihatnya, anaknya saya sudah berada di luar area likuifaksi malam itu. Saya juga mendapatkan data kalau anak saya satunya dirawat di Makassar dan satunya lagi di Jakarta. Saya terus mencarinya walau hingga kinibelum ketemu juga,” ujar Akbar.

Ia tetap optimis, kabar baik akan didengarkannya. (afd/antaranews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here