Polisi Tangkap Terduga Pembobol ATM Usai Gempa

0
521

PALU, beritapalu | Jajaran Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Sulteng mengungkap kasus pembobolan ATM yang terjadi sehari setelah gempa dan tsunami di Kampus IAIN Palu.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono (tengah) bersama Wadir Krimsus Akbp Setiadi Sulaksono (kiri) dan Kasubdit III/ Jatanras Ditreskrimum AKBP Amin Rovi menunjukkan barang bukti uang hasil jarahan ATM di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Rabu (31/10/2018). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Seorang pria berinisial DR alias RR (40 tahun) ditangkap karena berdasarkan penyelidikan, diduga kuat adalah pelaku pembobolan ATM milik Bank BRI Syariah di kampus tersebut.

Kabid Humas Polda Sulteng  AKBP Hery Murwono mengatakan, DD ditangkap pada 20 Oktober 2018 lalu setelah dilakukan penyelidikan dengan menganalisa video yang beredar di media sosial terkait pembobolan ATM itu.

Hery yang saat itu didampingi Wadir Krimsus Akbp Setiadi Sulaksono dan Kasubdit III/ Jatanras Ditreskrimum AKBP Amin Rovi menjelaskan, RR alias DR yang beralamat di Jalan Pettalolo, Desa Boya, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala ditangkap di Desa Alitta Kecamatan Mattirobulu Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

“Saat penangkapan, disita pula barang bukti sejumlah uang senilai Rp4.250.000 dalam pecahan Rp50.000,” sebut Hery, Rabu (31/10/2018).

Saat diperiksa, DR mengaku, pembobolan itu dilakukannya sehari setelah terjadinya gempa dan tsunami yang juga menerjang kampus IAIN Palu, atau pasa 29 September 2018. DR juga mengaku, saat menajrah ATM itu, ia bersama dengan orang lain yang tidak dikenalinya sekitar 15 orang.

Tersangka DR diancam tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana pasal 363 ayat 2e, ayat 4e, ayat 5e KUHP Subs pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Hery menegaskan, penanganan kasus ini akan terus dikembangkan dan penyidik berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap,  mencari dan menangkap pelaku lainnya.

Sementara itu, pihak Bank BRI Syariah menyebutkan, saldo kas terakhir yang ada pada ATM Bank BRI Syariah Kampus IAIN itu sebanyak Rp172,25juta.

“Terhadap para pelaku lain kami imbau agar segera menyerahkan diri karena bukti rekaman dan ciri-ciri pelaku sudah kami dikantongi,” ujar Hery.(afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here