ACT Bangun Hunian Terintegrasi bagi Korban Bencana di Kelurahan Duyu

0
352

PALU, beritapalu | Aksi Cepat Tanggap (ACT) bergerak cepat untuk mengatasi masalah hunian bagi para korban gempa, tsunami dan likuifaksi. Sebuah Hunian Komunitas Terintegrasi atau Integrated Community Shelter (ICS) mulai dibangun di Kelurahan Duyu, Palu.

Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) Suhalmaidi Syukur (kiri) meletakkan batu pertama menandai pembangunan Shelter Pengungsi Terpadu di Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (25/10/2018). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Untuk pembangunan shelter tersebut, tak kurang dari Senior Vice President ACT Suhalmaidi Syukur datang langsung untuk menandai dimulakannya pembangunan tersebut.

“Di titik ini kita akan bangun sebanyak 96 unit shelter di areal seluas 3.500 meter persegi. Pada tahap pertama ini rencananya hingga 1.000 unit shelter untuk Palu dan sekitarnya,” ungkap Suhalmaidi.

Suhalmadi mengaku, ada empat titik lagi yang akan dibangun, yakni satu di Kabupaten Sigi, dan dua di Donggala.

“Target kita sampai 5.000 unit shelter. Kami sedang melakukan survei untuk menentukan titik-titik lainnya.

Pada hunian terpadu itu, juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti Mandi-Cuci-Kakus (MCK), musala, taman bermain anak, dapur umum, hingga fasilitas kesehatan.

Tadinya direncanakan akan dibangun pula fasilitas pendidikan berupa sekolah. Namun setelah dilakukan survei, sekolah yang sudah ada di sekitar lokasi itu umumnya tidak terdampak atau masih bisa digunakan.

Selain membangun shlter bagi para korban bencana, ACT juga mendirikansejumlah posko bantuan dan dapur umum dan bahkan menurunkan satu unit mobil dapur umum untuk pelayanan makan gratis bagi korban. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here